Minggu, 08 Januari 2012

TANAH LONGSOR


TANAH LONGSOR
  1. Pengertian
Tanah longsor adalah terjadinya pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi didaerah terjal yang tidak stabil.  Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Air hujan adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor.  Ulah manusia pun bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendalikan.
Tanah longsor sendiri merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng satu kawasan, semakin besar kemungkinan terjadi longsor. Bebatuan kering akan tetap di tempatnya hingga kemiringan 30°, akan tetapi tanah yang basah akan mulai meluncur jika sudut lereng lebih dari 1 atau 2 derajat saja.
Longsor terjadi saat lapisan bumi paling atas dan bebatuan terlepas dari bagian utama gunung atau bukit. Hal ini biasanya terjadi karena curah hujan yang tinggi, gempa bumi, atau letusan gunung api. Longsor juga dapat terjadi karena patahan alami dan karena faktor cuaca pada tanah dan bebatuan. Kasus ini terutama pada iklim lembab dan panas seperti di Indonesia. Ketika longsor berlangsung lapisan teratas bumi meluncur deras pada lereng sampai sekitar 30 meter/detik. Volume yang besar dari luncuran tanah dan lumpur inilah yang merusak rumah-rumah, menghancurkan bangunan yang kokoh dan menyapu manusia dalam hitungan detik.
Meskipun tanah longsor merupakan gejala alam, beberapa aktifitas manusia bisa menjadi faktor penyebab terjadinya longsor. Contoh aktifitas manusia yang dapat menimbulkan tanah longsor adalah penebangan pepohonan secara liar di daerah lereng, penambangan bebatuan, tanah atau barang tambang lain yang menimbulkan ketidakstabilan lereng, Pemompaan dan pengeringan air tanah yang menyebabkan turunnya level air tanah, pengubahan aliran air kanal dari jalur alaminya, dan tingkat kebasahan tanah dan bebatuan (juga daya ikatnya), Pengubahan kemiringan kawasan seperti pada pembangunan jalan, rel kereta atau bangunan, dan pembebanan berlebihan dari bangunan di kawasan perbukitan.
  1. Faktor Penyebab
  1. Hujan
Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November seiring meningkatnya intensitas hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Muncul-lah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Pada saat hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak. Tanah pun dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena melalui tanah yang merekah itulah, air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Apabila ada pepohonan di permukaan, pelongsoran dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga berfungsi sebagai pengikat tanah.
  1. Lereng yang Terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180°.
  1. Tanah yang Kurang Padat dan Tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng lebih dari 220°. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
  1. Batuan yang Kurang Kuat
Pada umumnya, batuan endapan gunung berapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah jika mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.
  1. Jenis Tata Lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam.
  1. Getaran
Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak sehingga mempermudah terjadinya longsor.
  1. Adanya Beban Tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.
  1. Tarjadinya Erosi
Erosi banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.
  1. Pengundulan Hutan
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang sehingga menyebabkan tanah mudah mengalami longsor.

  1. Dampak Terjadinya Tanah Longsor
  1. Kerusakan Fisik
Kerusakan lahan yang parah dapat menghilangkan keindahan dan kelestarian kawasan yang terkena longsor tersebut.
  1. Korban Manusia
Dalam bencana longsor manusia tidak luput menjadi korban, mereka yang tinggal disekitar lereng dapat terkubur hidup-hidup saat longsor itu terjadi. Karena waktu yang terjadi sangat cepat sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya menjadi korban.
  1. Kerugian Material
Akibat timbunan longsor yang menimpa lahan pemukiman, lahan pertanian, atau lahan mata pencarian warga di sekitar lereng akan dapat menimbulkan kerugian material. Mereka akan kehilangan lahan mata pencarian sehingga tidak dapat bekerja.


  1. Hilanggnya Sumber Air
Akibat longsor yang terjadi akan dapat menyumbat atau mengubah saluran air tanah yang sekiranya akan di gunakan oleh warga maupun makhluk hidup di sekitar lereng.
  1. Rusaknya Setruktur Tanah
Setruktur tanah akan mengalami kerusakan akibat longsornya tanah yang menghilangkan sebagian jumlah tanah di lereng yang akan menimbun daerah bawah lereng.
  1. Rusaknya Tumbuhan dan Hewan
Akibat tanah longsor, tumbuhan yang terbawa oleh tanah maupun yang tertimpa reruntuhan tanah akan mengalami kerusakan maupun akan dapat mati, begitu juga dengan hewan-hewan yang tertimbun tanah akan mati.
  1. Rusaknya Sarana Transportasi
Bila longsor tersebut terjadi pada jalan, ataupun sarana transportasi lainnya maka akan menganggu kelancaran lalu lintas dan juga kerugian material.

  1. Cara Penanggulangan Tanah Longsor
  1. Tidak menebang atau merusak hutan di lereng yangterjal.
  2. Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kuat seperti jati, bamboo, mahoni, sengon, dan lain sebagainya.
  3. Membuat saluran air hujan.
  4. Membangun dinding penan di lereng-lereng yang terjal.
  5. Memeriksa keadaan tanah secara berkala.
  6. Buatlah terasering pada lereng yang terjal bila membangun permukiman atau lahan pertanian.
  7. Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan.
  8. Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal.
  9. Jangan mendirikan permukiman di tepi lereng yang terjal.
  10. Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak.


     untuk file dapat download di sini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2010

My Writings