Minggu, 01 Januari 2012

Kembang Api Salah Waktu

Malem terakhir tahun 2011 orang-orang pada bingung mau kemana, termasuk anggik temen pacar saya, dia pake survey sms ke temen-temennya. Nanya pada kemana lah, sama siapa lah, dan masih banyak lagi lah. Yang aku tau, dia sempet nanya pacar saya mau kemana, kita emang rencana awal mau ke 0 km titik tengah kota jogja. Dari kata-katanya, kayaknya juga mau nyusul. Dia sih sama pacarnya juga. Tapi pada akhirnya dia nyasar ke bukit bintang, baru nyampek eh langsung balik turun katanya banyak mendes-gondesnya (termasuk dia?hanya tuhan yang tau).
Aku jemput pacarku sekitar jam 4 sore, padahal tahun baru masih 8 jam lagi. Nah karena ngak ada tujuan sebelum di 0 km, aku bingung mau kemana dan mutusin pergi ke gramedia dulu buat nyari buku pelajaran (salah satu sikap dan gaya lelaki “sok pinter di depan pacar”). Dan hasilnya sudah bisa ditebak, hmmmm ngak dapet apa-apa.
Keluar gramedia, kebingunganku lagi-lagi muncul, ngak tau mau kemana lagi. Nunggu 6 jam tanpa tujuan sebelum ke tujuan utama merupakan salah satu hal idiot yang tidak patut ditiru oleh setiap pasangan yang akan kencan!
Tiba-tiba…., dijalan aku ngresain ngantuk yang byangeet, sempet beberapa kali merem-melek pas dijalan, dan itu sangat berbahaya. Aku ngak mau seperti adekku shakila yang baru kelas 2 SD patah tangan kanannya akibat tertidur dan terjatuh dari motor sewaktu berboncengan dengan my mother.
Aku ngusulin ke pacar gimana kalau kita balik terus aku tidur dulu. “makannya, tadi itu keluar jangan jam segini!!!” jawabnya singkat sambil pasang muka sewot. Mungkin karena mau gimana lagi, akhirnya dia mau dan aku suruh aja buat online sembari aku menikmati tidurku yang cukup pulas, walaupun dengan mukanya yang sedari tadi tetep sewot.
Bangkit dari tidurku, sekitar jam 20.00. langsung tancep ke warung SS (sambal-sambal) yang di depan GOR UNY untuk kasih makan ni cacing dalam perut biar gak protes melulu. Walaupun masih dengan muka kusut dan yang sewot tadi. Sempet sumingrah juga muka pacar saya akibat perut kosong yang sudah terisi. Kayak monyet dikebun binatang yang mringis-mringis kalo habis dikasih pisang. Tapi mukanya kembali sewot. Bukan karena aku mau tidur lagi, tapi karena account twittku ngak bisa di log out dari HPnya yang sempet aku pinjem tadi.
Setelah beberapa saat, kesewotan itu akhirnya hilang, bukan karena kita sudah sampai di 0 km yang menjadi tujuan utama kami, tapi lebih tepatnya karena twitterku akhirnya bisa di log out dari HPnya.sial.
Suasana di 0 km seperti yang kuduga, padat merayap-macet rakalap. Jalanan yang menuju kawasan 0 km dan maliboro ditutup dan diprioritaskan untuk para pejalan kaki. Namun ada saja orang yang nekat masuk pake motor, dan hasilnya dia terjebak di tengah-tengah kerumunan ribuan orang. “sudah di bilang, masih saja nekat nerobos, rasain akibatnya”, kata pak polisi di depanku. Dan orang itu hanya menunduk penuh dengan penyesalan semacam seorang manusia yang habis melakukan dosa besar dan sedang melakukan tobat pengampunan kepada yang di atas.
Rencanya awal, sesampainya di 0 km, mau mampir di sekatenan dulu sambil nunggu jam 00.00. Dalam perjalanan, aku dan pacarku malakukan ritual taruhan yang bisa dibilang lumayan aneh. Siapa diantara kita yang bertemu teman paling banyak, dia dapat traktiran makan.
Baru sampai titik tengah 0 km, jalanan sudah macet total, bahkan pejalan kaki pun banyak yang terjebak ditengah-tengah kerumunan termasuk aku dan pacarku. Kuputuskan untuk banting stir dan mencari kesempatan lain yang dalam ilmu ekonomi biasa di sebut dengan intervening opportunities.
Kami akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan tujuan ke sekaten . Dan untungnya aku tidak nekat tetep naik motor kayak orang yang dimarahi pak polisi tadi. Dengan berjalan kaki menjadikan enak untuk belak-belok mencari tempat yang strategis untuk melihat pesta kembang api nantinya.
misi mas, misi mbak” dengan semangat 2011 yang masih tersisa aku mencari jalan untuk mendapatkan tempat duduk dan akhirnya tatapan mataku tertuju pada sekelompok populasi sepeda motor yang sedang terparkir. Tanpa berfikir itu motor milik siapa, langsung aku duduki penuh kelegaan, seperti orang habis ngeden sewaktu nge-pup.
Beberapa saat aku ngoborol ngalor-ngidul ngak jelas, terasa haus tenggorokan. Dan kuputuskan untuk menuyuruh pacarku memanggil penjual minuman yang kebetulan ada di dekatnya (salah siapa mau disuruh :p). “Pak berapa mizonnya?” Tanya pacarku, “enam ribu mbak”. Kubayar dengan uang dua puluh ribuan. “loh kok kembaliannya empat puluh empat ribu?” kata pacarku penuh dengan tatapan bingung ke arahku. “pak, kelebihan uang kembaliannya” kata pacarku memanggil penjualnya. “tadi uangnya berapa?”, “dua puluh ribu pak”, “oh iya, makasih mbak, ini empat belas ribu ya kembalianya” “sekali lagi makasih ya mbak” kata penjual tersebut penuh dengan rasa bersyukur. Aku pun menyaut “hahaha, ntar yang untung pembelinya bukan penjualnya dong pak”. Bapak penjual tersebut tersenyum malu dan berkata “nanti saya rugi, mas juga pasti ngak enak minumnya”, dan kami bertiga pun tertawa kecil bersama. Sekali lagi bapak tersebut mengucapkan rasa terima kasih sembari tersenyum dan meneruskan perjalanan untuk menjual minumannya kembali. Aku menatap pacarku yang sedang sibuk membuka mizonnya. Dalam hati aku tersenyum bangga punya pacar seperti dia, kejujurannya mencerminkan betapa cantik hatinya. Sepenggal kalimat “pak, kelebihan uang kembaliannya”, seakan tidak membuat sia-sia perjuangan bapak penjual minuman tadi yang berkerja keras mecari nafkah untuk keluarganya. Aku yakin, pasti banyak orang seperti pacarku itu, tapi aku juga yakin kalo pasti masih ada orang yang akan memasukkan uang kembalian yang begitu banyak bagi bapak penjual minuman yang sudah tua itu ke dalam dompetnya sendiri. Betapa susahnya kejujuran itu untuk dilakukan. Banyak godaan yang seakan mengengkang kita untuk berkata jujur. Tapi tidak ada hal yang lebih bahagia daripada membuat orang di sekitar kita juga bahagia karena usaha kita, diantaranya melalui satu kata “JUJUR”. Dan aku yakin, Tuhan pasti tersenyum bilamana melihat hamba-hambanya berbuat kebajikan, dan Tuhan pasti akan memberikan balasan yang setimpal.
Jam masih menunjukkan pukul 23.00, itu artinya masih satu jam lagi beranjak ke tahun 2012 yang digosipin bakal kiamat. Ya walaupun filemnya konyol juga sih tapi udah lebih dari cukup buat nakutin adekku yang masih kecil nan polos sperti kakaknya.hahaha
Belum ada jam 00.00, uda banyak yang menyalakan kembang api. Sembari menunggu waktu, rombongan yang duduk di depanku sedari tadi bernyanyi terus-menerus, walaupun dengan intonasi 1/4 atau bahkan 4/1 dan dengan nada lebih dari 8 oktaf, mereka bernyayi walaupun hanya dengan satu kendang sebagai pengiringnya. Sudah seperti layaknya paduan suara yang ngak kalah sama orkesnya ewin gutawa dan ngalahin falsnya iwan fals.
Sampingku, ya samping ku duduk ada segelintir rombongan yang mungkin bukan asli orang jogja karena logatnya yang berbeda. Sampingku persis tepatnya. Seorang cowok. Orangnya sangat heboh, setiap ada kembang api yang meledak di atas dia akan berteriak kegirangan, seperti seorang supporter sepak bola yang sedang berteriak karena kecopetan sewaktu membeli tiket nonton pertandingan. Atau…. Aku jadi curiga, apa mungkin selama dia dari orok sampai sekarang belum pernah lihat kembang api sampai-sampai seheboh itu?hmmm pertanyaan yang sukar dijawab.
Kurang 15 menit menuju jam 00.00, namun kembang api yang di nyalakan semakin banyak. Entah karena tidak sabar atau hanya sekedar iseng saja. Dan hasilnya pasti sudah tahu, apa yang terjadi selanjutnya? Ya, sampingku semakin menjadi-jadi, dia berteriak lebih histeris lagi. Sontak teman-temannya dan orang-orang di sekelilingnya menjadi ikutan berteriak dan membunyikan terompet. Entah karena dikira sudah jam 00.00, atau hanya ikut-ikutan saja, yang pasti efek yang ditimbulkan luar biasa. Kembang api yang cukup besar kemudian ditembakkan ke atas, dan itu merangsang orang-orang untuk ikutan menyalakan kembang apinya masing-masing.
Apa mereka pada ngak punya jam?pikirku dalam hati. Tapi yang pasti, langit di atas 0 km telah berubah menjadi lautan kembang api yang meledak warna-warni. Bagus sekali!. Pacar saya pun sibuk mengabadikan moment tersebut dengan merekamnya. Namun sempat terjadi insiden, ada kembang api yang meledak di bawah tepat di depanku yang cukup mengagetkan. Dan itu sempat menimbulkan kepanikan seperti saat kapal titanic akan tenggelam di laut.
Rombongan paduan suara depan saya tadi pun menghentikan lantunan musiknya dan kemudian salah satu dari mereka berkata “udah tahun baru kah, kok udah dimulai pesta kembang apinya”, teman yang lain menjawab “kalo di jamku kurang 15 menit lagi, tapi mungkin jam ku rendet”. Dari percakapan barusan aku kembali mikir, apa jam ku ikut-ikutan rendet juga?
Semua orang pada berteriak ”HAPPY NEW YEAR”. Aku dan pacarku tetap terdiam dan saling memandang. “padahal kurang 10 menit lagi ya” kata pacarku tiba-tiba dan aku pun menyahut “mereka terprovokasi samping kita”. Mungkin adanya kembang apai yang besar yang di barengi teriakan membahana dari samping berserta pasukannyalah yang menjadikan pesta kembang api ini lekas lebih awal.
Dan benar saja, sewaktu pesta kembang api berlangsung. Kehebohannya semakin menjadi-jadi, kali ini dia tampil lebih trengginas dengan gerakan memukul-mukul ke atas layaknya Crhis Jhon yang sedang pemanasan bersiap untuk bertanding. Aku ngak tau apa motivasinya sehingga menjadikannya begitu. Tapi satu yang aku tau, cewek di belakangnya (mungkin pacarnya), hanya menggeleng-ngelengkan kepala. Mungkin dalah hatinya berkata “pacarku sebenarnya pengen jadi petinju tapi sayang sekali tidak kesampean akibat bodinya tidak mendukung” yang seakan menjawab isi hatiku tadi.
Akibat banyaknya kembang api yang dinyalakan, menjadikan residu-residu pecahannya turun seperti hujan debu. Banyak orang yang kelilipan (dalam baha jawa yang artinya kemasukan benda kecil seperti debu atau serangga ke bagian mata). Lagi-lagi sampingku yang seakan tidak mau ketinggalan pun tiba-tiba berulah. Ia mengenakan helm di motor yang diduduki tanpa rasa bersalah. Padahal jelas itu motor orang lain. Ia menggunakan kaca helm sebagai pelindung dari residu kembang api yang turun kebawah. Hasilnya, gaya ala Crhis Jhon kembali keluar, kali ini dengan teriakan “HAPPY NEW YEAR JOGJA!!!”. hmmm lumayan menggelegar untuk suara orang yang cempreng.
Setelah cukup lama, pesta kembang api pun intensitasnya mulai menurun. Dan ini dia saat yang cukup konyol, saat jam 00.00 tepat, justru hanya sedikit kembang api yang meledak di atas. Mungkin karena sudah habis dinyalakan tadi. Aku sempat mendengar orang di belakangku berkata “yah, tadi belum jam 00.00 kok udah pada dinyalakan sih”. Dalam hati aku menjawab “Noh salahin sampingku, dia itu biang keladinya”
Waktu menunjukan pukul 00.45 WIB, kembang api sudah tidak ada lagi. Orang-orang mulai meninggalkan lokasi. termasuk aku dan pacarku. Malam itu terasa cepat berlalu. Aku mengambil motor dan mulai memacu kendaraan untuk mengantar do’i pulang. Dan taruhan yang tadi disepakati akhirnya aku menangkan karena bertemu dengan salah satu teman SMA. Sedangkan dia sama sekali tidak bertemu dengan temannya. Yeah dapat makan gratis !!!
mendes-gondes : orang dianggap punya tampang aneh tapi sok gahol, dan relative bertampang seram. Walaupun penilaiannya hanya bersifat subjektif saja.
Rendet : pengaturan waktu pada jam yang kurang dari waktu normal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2010

My Writings