Senin, 09 Januari 2012

K A R T O G R A F I D A S A R




Pengertian KARTOGRAFI
KARTO = carto = permukaan
GRAFI = gambaran
Kartografi = gambaran permukaan
Kartografi adalah ilmu yang mempelajari peta, dimulai dari pengumpulan data di lapangan,pengolahan data, simbolisasi, penggambaran,analisa peta, serta interpretasi peta.

- Kartografi termasuk dalam Ilmu Geografi Teknik, disamping SIG (Sistem Informasi Geografi) dan Penginderaan Jauh.
- Kartografi merupakan teknik/metode/alat Untuk membantu dalam analisa-analisa Geografi.
- Geografi = Manusia Alam
Manusia & Alam Wilayah/Area
- Wilayah/Area Kartografi

 

Analisa dan Interpretasi Peta
Analisa Peta
Pengertian : Analisa peta merupakan kegiatan membaca obyek-obyek atau detail-detail termasuk informasi yang ada dalam suatu peta.
Contoh :
- Menghitung jumlah sungai
- Mengukur panjang dan lebar sungai
- Mengukur jarak antar tempat
- Mengukur luas wilayah
- Menentukan letak astronomis suatu titik atau wilayah / area

Interpretasi Peta
Pengertian : interpretasi peta merupakan kegiatan menentukan / membaca fenomena-fenomena yang ada berdasarkan aspek-aspek yang tercakup dalam suatu peta.
Contoh :
- Menentukan arah aliran.
- Memperkirakan kesuburan tanah.
- Perkembangan lahan (komparasi beberapa peta dengan tahun pembuatan yang berbeda.
- Memperkirakan / menentukan lokasi tempat-
tempat pelayanan umum (rumah sakit, terminal, gedung sekolah, industri, dll).
- Memperkirakan sedimentasi dari beberapa aliran sungai pada suatu tubuh air tertentu (waduk, danau, rawa).

Kartografi merupakan ilmu membuat peta, meliputi teknik dan seni.
Syarat-syarat sebagai Cartografer :
* 50 % pengetahuan Geografi
* 30 % bidang seni
* l0 % pengetahuan matematis
* 10 % pengetahuan peta


P E T A
  • Definisi menurut ICA [ International Cartography Association ] : Peta adalah gambaran konvensional yang dibuat dengan menggambarkan elemen-elemen yang ada dipermukaan bumi dan gejala yang ada hubungannya dengan elemen-elemen tersebut.
  • Definisi menurut ERWIN RAISZ : Peta adalah suatu gambaran konvensional dari pada permukaan bumi ,sepertinya kenampakannya oleh kita tegak lurus dari atas, dan ditambah huruf-huruf dan angka-angka sebagai informasi.
  • Globe : miniatur bumi
  • ATLAS : Kumpulan peta-peta.
  • Konvensional : persetujuan bersama.
     
  •  
  •  
  •  
 

UNSUR-UNSUR PETA

  1. Judul Peta
menunjukkan nama / lokasi daerah yang digambarkan.
  1. Grid
merupakan informasi astronomis suatu daerah (bujur & lintang)
  1. Index Peta
menunjukkan sistem pemberian nomor pada tiap-tiap lembar peta, sehingga memudahkan untuk mencari peta sambungan daerah di sekitarnya.
  1. Skala peta
menentukan tingkat ketelitian detail/ kenampakan yang ada.
  1. Proyeksi Peta
menunjukkan sistem proyeksi yang dipakai untuk menggambarkan peta.
  1. Orientasi :
menunjukkan arah mata angin.
  1. Legenda : informasi simbol.
  2. Inset
Lokasi peta terhadap lokasi yang lebih besar.
  1. Sumber & pembuat peta
menunjukkan validitas peta.
  1. Tahun Pembuatan
menunjukkan aktualitas peta.









ENLARGE AND REDUCED THE SCALE OF MAP
(MEMPERBESAR DAN MEMPERKECIL SKALA PETA )




  1. PANTOGRAPH
yaitu alat manual untuk membesarkan dan mengecilkan peta.
  1. MAP-O-GRAPH
yaitu alat semi otomatis dengan cara memantulkan gambar peta (dengan sinar) pada suatu bidang datar (kertas, plat logam ),kemudian digambarkan berdasarkan image/gambaran yang ada (yang terpantul pada bidang datar tersebut).
  1. FOTOGRAFI
Seperti proses afdruk foto dengan media film, dan foto copy dengan media kertas.




Menentukan Letak Astronomis Area / Wilayah
Pada prinsipnya menentukan letak Area / wilayah adalah sama dengan menentukan letak sebuah titik. Untuk dapat menentukan letak Astronomis suatu area / Wilayah, harus menentukan letak Astronomis
4 ( empat buah titik ), yaitu 4 titik yang membatasi
suatu wilayah pada :
1. Batas paling ujung Utara.
2. Batas paling Ujung Selatan.
3. Batas paling Ujung Timur.
4. Batas paling Ujung Barat.
( Menentukan Koordinat 4 buah titik )


MENENTUKAN LETAK ASTRONOMIS
LETAK ASTRONOMIS pada peta meliputi :
Letak Titik
Letak Area / Wilayah
  • Letak titik, cara penulisannya :
……°……’……” BT / BB
……°……’……” LU / LS
  • Letak area / wilayah, cara penulisannya :
……°……’……” -……°……’……”BT/BB
……°……’……” - ……°……’……”LU/LS





Misalnya : a = 4 cm
b = 4 cm
c = 6 cm = 1° maka :
maka: a = 4/6 x 1° = 40`
b = 4/6 x 1° = 40`
Jadi : X1 = 111° + 40” = 111° 40`
X2 = 7° + 40” = 7° 40`
Catatan : 1° = 60’
1’ = 60”

 
 

HITUNGAN
a = 6,2 / 8,5 x 4° = 2° 55’
X1 = 116°- 2°55’ = 113°5’

b = 6 / 8,5 x 4° = 2° 49’
X2 = 124°- 2°49’ = 121°11’

c = 3 / 8,5 x 4° = 1° 25’
Y1 = 4° + 1° 25’ = 5° 25’
d = 4,3 / 8,5 x 4°= 2° 14’
Y2 = 4° - 2° 14’ = 1° 46’

Jadi letak Wilayah X= 113° 5’ - 121° 11’ BT
Y= 5°25 LU - 1° 46’ LS



Simbol-simbol Konvensional
Jenis Simbol : titik, garis, dan area
  1. Simbol titik






  1. Simbol Garis




  1. Simbol Area






PETA MENTAL ( COQNITIVE MAP )
  • Peta mental = Mental map = coqnitive map, yaitu suatu gambaran /image yang dihasilkan dari pikiran seseorang terhadap suatu obyek, dan obyek-obyek lain yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain [ berasosiasi].
  • Peta Mental : 1. Abstrak 2. Riil
  • Peta Mental Abstrak : yaitu peta yang masih tetap dalam pikiran seseorang.
  • Peta Mental Riil : yaitu gambaran/peta yang sudah dituangkan dalam suatu sketsa pada media bidang datar. ( Image/gambaran yang dihasilkan disebut KARTOGRAM karena merupakan hasil proses Kartografi).
Tingkat Ketelitian Peta Mental
Tergantung :
1. Kecerdasan / IQ si pembuat peta.
2. Daya ingat seseorang terhadap obyek
yang akan dipetakan.
3. Frequensi/tingkat keseringan pembuat
peta dalam melihat obyek–obyek yang
dipetakan.
4. Pengetahuan si pembuat peta terhadap
ukuran-ukuran, panjang, luas, sudut,
bentuk, dan kaidah-kaidah kartografi
(arah, skala).

G L O B E
  • Lokasi nyata / sebenarnya.
  • Dapat mengetahui lokasi suati titik / wilayah terhadap lokasi titik/ wilayah lain di seluruh permukaan bumi.
  • Sulit direproduksi / disalin .
  • Keterangan sangat terbatas ( Karena biasanya berskala kecil ).
  • Daerah / wilayah yang kecil tidak tergambar atau tergambar kurang jelas.
  • Tidak lazim ditambahkan simbol-simbol dan keterangan lain untuk kepentingan tertentu.

A T L A S
  • Merupakan kumpulan peta- peta di seluruh permukaan bumi.
  • Biasanya berskala kecil.
  • Wilayah-wilayah yang kecil tak tergambar jelas.
  • Mudah direproduksi.
  • Biasanya digunakan untuk kepentingan yang berskala besar (regional), misalnya menggambarkan IKLIM GLOBAL, PERSEBARAN PENDUDUK DUNIA, NAVIGASI……….dll.
  • Dapat digunakan sebagai peta dasar ( base map).

P E T A
  • Skala bervariasi ; Skala kecil, skala sedang, dan skala besar.
  • Mudah direproduksi .
  • Biasanya digunakan sebagai peta dasar untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang berupa peta-peta tematik.
  • Menggambarkan daerah / wilayah tertentu yang relatif sempit.
  • Untuk mengetahui lokasi peta, digunakan bantuan inset
( gambaran wilayah yang lebih besar).
  • Untuk perencanaan-perencanaan yang detail harus menggunakan peta berskala besar.

G E N E R A L I S A S I
  • Peta merupakan suatu gambaran / detail /image suatu kenampakan di permukaan bumi yang telah DISEDERHANAKAN/DIMODIFIKASI sedemikian rupa, sehingga gambaran / image yang dihasilkan menjadi semakin jelas dan mudah dimengerti oleh pengguna peta ( map user ).
  • Proses Penyederhanaan /modifikasi tersebut merupakan proses “ G E N E R A L I S A S I “
  • Generalisasi meliputi : Ukuran (Size) , Bentuk (form ) , dan Persebaran.
  • Tujuan Generalisasi : yaitu agar “TUJUAN “ daripada Pemetaan tercapai. ( Tanpa proses Generalisasi penggambaran peta tidak akan berhasil ).
  • Generalisasi sangat tergantung dari “TUJUAN PEMETAAN “ dan “SKALA PETA “ ‘yang keduanya saling berkaitan.


     
    GENERALISASI DALAM PLOTTING


  •  



    S K A L A P E T A
  • Definisi ; Skala peta adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan, pada permukaan horisontal. (Ratio between distance on Map and true distance /distance in nature ).
  • Contoh : Skala 1 : 50.000
Berarti : 1 cm pada peta sebanding dengan 50.000 cm di lapangan.
1 : 50.000
1 cm : 50.000 cm
1 cm : 0,5 km

Klasifikasi Peta Berdasarkan Skala
  1. Peta Kadastral / Peta Hak milik = ≥ 1 : 5.000
  1. Peta Skala Besar : 1 : 5.000 - 1 : 25.000
  1. Peta Skala Medium : 1 : 25.000 - 1 :500.000
  1. Peta Skala Kecil : 1 : 500.000 -1.000.000
  2. Peta Umum : < 1 : 1.000.000

Peta Umum : Atlas dan Peta-peta Ikhtisar.
Peta berskala sangat besar digunakanuntuk kepen-
tingan / tujuan perencanaan tertentu.


MACAM-MACAM SKALA
1. Numerical scale ( Skala Numerik )
Contoh : 1 : 25.000
1 : 50.000
1 : 1.000.000
2. Skala Verbal ( Skala yang dinyatakan dalam kalimat )
Contoh : one inch to one mile
1 inch : 1 mile
1 inch : 63.360 inchs
1 : 63.360
3. Graphic Scale ( Skala Grafis )
1 : 100.000
1 : 50.000
1 : 500.000



KONVERSI UKURAN
  • 1 MILE = 1,60934 KM
  • 1 KM = 0,621 MILE
  • 1 METER = 39,37 INCHI
  • 1 METER = 0,2808 FEET
  • 1 FEET = 0,3038 METER
  • 1 INCHI = 2,54 CM
  • 1 FEET = 12 INCHI
  • 1 YARD = 36 INCHI
  • 1 MILE = 63.360 INCHI





LAY OUT PETA (KERANGKA PETA)
  • Lay Out Peta merupakan aturan tata letak unsur-unsur peta, sehingga peta yang dihasilkan menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti.
  • Dalam membuat Lay Out Peta semua unsur peta harus ada, dan disusun sedemikian rupa menurut urutan prioritas masing-masing unsur.
  • Urutan Prioritas : judul, skala, insert, orientasi, legenda, grid (lintang dan bujur),nomor peta, sumber peta,pembuat dan tahun pembuatan.
  • Penyusunan Lay Out Peta mencakup tata letak, besarnya ruang yang diperlukan untuk masing-masing unsur peta.


untuk lebih lengkap file dapat di download di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2010

My Writings