Senin, 09 Januari 2012

Diktat Geografi Binatang


oleh 
GUNARDO R.B., M.Si.

 file dapat download di sini

BAB I
PENDAHULUAN

Geografi Binatang sebagai mata kuliah di pelbagai perguruan tinggi {khususnya pada program studi Pendidikan Geografi ) sudah cukup lama keberadaannya. Bahkan sejak di jenjang pendidikan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas materi tentang binatang atau hewan sudah diberikan. Meskipun materi tentang binatang dapat muncul melalui pelajaran biologi, ilmu pengetahuan alam atau geografi. Dengan demikian kedudukan binatang atau hewan memang dipandang penting bagi kehidupan manusia. Persoalannya bagaimana masing-masing pelajaran itu menguraikan binatang atau hewan dari sudut pandang keilmuannya. Karena obyek yang sama (binatang) akan bermakna lain ketika disiplin ilmu yang berbeda mengkajinya.
Biologi sebagai ilmu yang mempelajari mahluk hidup akan membahas binatang atau hewan lebih menitik beratkan pada faal atau tubuh binatang itu. Bagaimana susunan tulang, aliran darah, sistem reproduksi, makanan, penyakit dan perilaku binatang. Geografi memandang hewan (selanjutnya istilah hewan digunakan dari pada istilah binatang, lebih dari sekedar pertimbangan rasa bahasa dan etika, tetapi juga karena istilah hewan lebih cocok untuk kehidupan sehari-hari) sebagai salah satu fenomena biosfer (tumbuhan dan hewan) yang sangat berpengaruh terhadap manusia dan sebaliknya. Geografi membahas hewan menggunakan konsep-konsep geografi yang menitik beratkan pada lokasi, persebaran, interaksi dan prediksinya. Oleh karena itu pada bab-bab awal disampaikan pengertian Geografi secara agak lengkap, kemudian pemahaman hewan juga disampaikan untuk memudahkan pembaca mengerti kedua hal (Geografi dan Hewan) yang digabung menjadi mata kuliah Geografi Hewan.
Salah satu konsep Geografi adalah konsep nilai guna. Konsep ini sangat tepat ketika diterapkan pada kajian obyek hewan. Pada kenyataannya manusia telah menggunakan hewan sejak awal kehidupannya. Pada zaman purba manusia sudah bergelar pemburu ketika mengejar-ngejar hewan sebagai makanannya, bahkan sampai sekarangpun gelar pemburu masih disandang nelayan Jepang dan Finlandia yang memburu ikan paus.
Kaum nomaden di jazirah Arab sangat terkenal dengan ribuan ternaknya (domba,unta), demikian pula istilah cowboy yang sangat legendaris di Amerika Serikat. Cowboy sesungguhnya adalah penggembala sapi yang dengan gagahnya menunggang kuda sambil membawa pistol mengusir perampok atau binatang liar.
Peternak adalah gelar bagi mereka yang secara sengaja memelihara hewan, mulai dari perkawinan, bertelur, penetasan, pembesaran sampai pemanfaatan daging, telur, susu atau bulunya.
Geografi juga mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena. Dengan mengetahui perbedaan jenis hewan yang ada atau perbedaan produksi telur atau daging, seseorang terinspirasi menjadi pedagang hewan. Mereka akan membeli ke daerah yang mempunyai kelebihan hewan tertentu dan menjualnya ke daerah yang masih memerlukan. Dengan demikian kebutuhan gizi yang berasal dari hewan sebagian adalah jasa para pedagang. Pedagang hewan ternak besar (sapi,kerbau,kuda) yang diebut blantik pada masanya adalah orang terpandang karena kekayaan hartanya.
Dengan demikian kedudukan hewan bagi kehidupan manusia sungguh amat penting. Oleh karena itu Geografi berusaha menyumbangkan kajiannya agar masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya hewan ( pada bab akhir disampaikan pengaruh hewan terhadap manusia ) bagi manusia. Diharapkan manusia menjadi sadar, bahwa perbuatannya yang bersifat merusak, boros dan mementingkan diri sendiri (demi menikmati suara burung manusia rela memburu ke hutan-hutan sampai punah) dapat mengancam kehidupan hewan, padahal manusia akan mengalami berbagai kesulitan ketika hewan tertentu hilang atau langka. Petani di desa merasakan kewalahan menjaga sawahnya yang diserang tikus karena ular pemakan tikus banyak diburu untuk dimakan dagingnya. Hubungan timbal balik atau interaksi manusia dan hewan akan dibahas secara lebih mendalam pada bab-bab akhir.
Meskipun materi hewan sudah menjadi bahan pelajaran sejak sekolah dasar, tetapi buku-buku yang berkenaan dengan Geografi Hewan masih sangat langka. Rupanya tidak hanya hewannya saja yang langka, tetapi bukunyapun ikut langka. Oleh karena itu diktat ini hendak mengawali sebuah usaha mengenalkan hewan dari sudut pandang geografi. Pada akhirnya masyarakat, terutama generasi muda, semakin tertarik dengan dunia hewan yang sungguh besar manfaatnya bagi manusia. Terlebih bila dikaitkan dengan situasi ekonomi negara Indonesia. Bagaimana mungkin sebuah negara besar dengan kekayaan alam yang sungguh luar biasa masih menyandang status negara berkembang. Konon ada pakar kelautan yang berani menjamin negara ini akan menjadi negara swasembada di berbagai bidang cukup dengan kemampuan mengelola perikanan laut saja. Lebih dari 3 juta km2 laut kita menyediakan berbagai jenis ikan yang melimpah, sampai-sampai menarik nelayan negara lain ikut menguras kekayaan laut kita tanpa bayar pajak alias maling. Belum lagi sabana-sabana di Nusa Tenggara Barat dan Timur yang layak untuk peternakan sapi dan kerbau. Pada akhirnya diktat ini sekedar memberikan sedikit informasi dan menggugah generasi muda (mahasiswa) untuk berani mandiri, berusaha menjadi wirausaha di bidang peternakan, baik sebagai produsen, pengolah atau pedagang.
Dunia hewan menyediakan lapangan kerja yang tak terbatas bagi mereka yang tidak malas




BAB II
PENGERTIAN GEOGRAFI
A. Konsep-Konsep Geografi
Dalam membicarakan tentang konsep geografi perlu terkebih dahulu dipahami arti tentang konsep. Sekumpulan data, benda, peristiwa atau obyek sering mempunyai sifat atau ciri yang seragam Keseragaman ciri itu memberi kesan tertentu itulah yang disebut dengan konsep,Konsep merupakan pemahaman dari hasil kesimpulan atau hasil pengamatan yang diperoleh dari sekumpulan data, yang mempunyai kesaman ciri-ciri . Konsep pada dasarnya merupakan identitas atau tanda pengenal dari karakteristrik suatu fakta.
Dalam dunia pendidikan konsep dibedakan menjadi konsep dasar dan konsep esensial Konsep dasar merupakan hal penting yang menggambarkan sosok suatu ilmu,Konsep dasar sering pula disebut konsep utama yang menggambarkan hakekat ilmu Sedangkan konsep esensial merupakan konsep-konsep penting yang perlu diketahui dan dikuasai peserta didik sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan disetiap jenjang pendidikan.
1. Konsep Dasar Geografi
Daldjoeni menyebutkan konsep dasar geografi dengan istilah konsep-konsep asasi yang terdiri dari:
a. Penghargaan budayati terhadap bumi. Lingkungan alam sebenarnya merupakan kombinasi antara unsur alam yang menuntut penyesuaian dari manusia, buktinya manusia yang berlainan periode waktu hidupnya berbeda-beda pula dafam menafsirkan lingkung annya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pandangan manusia terhadap alam sebagai sumber daya. Pemanfaatan sumber daya oleh manusia tergantung pada tingkat iptek manusianya.
b. Konsep regional. Suatu region dipandang sebagai suatu wilayah yang memiliki homo genitas dalam bentuk lahannya, corak kehidupan manusianya dan sebagainya.
c. Konsep pertalian wilayah, Interelasi antar unsur alam di suatu wilayah menghasilkan suatu kenampakan yang memberi ciri khusus wilayah yang bersangkutan.
d. Interaksi keruangan. Perbedaan wilayah akan mendorong proses nteraksi yang dapat berupa pertukaran barang, jasa, budaya manusia, hal ini akan mendorong terjadinya kerjasama antar wilayah.
e. Lokalisasi. Lokalisasi berarti pemusatan kegiatan pada wilayah yang terbatas.Pemusatan ini dapat meningkatkan fungsi suatu wilayah, contoh kota Yogyakarta yang berfungsi sebagai kota budaya ,sekaligus kota pelajar, atau kota pendidikan.
f. Skala luas, skala sempit. Arti skala studi geografi dapat bersifat mikroskopis (meliputi wilayah yang sempit) dapat pula bersifat makroskopis (mencakup wilayah yang luas).
g. Konsep perubahan. Kajian geografis disuatu tempat atau wilayah berlaku untuk periode waktu tertentu. Kondisi yang ada pada suatu periode tertentu merupakan hasil dari suatu proses yang berjalan lama melalui berbagai perubahan. Geografi selalu memperhati kan berbagai perubahan yang terjadi sejalan dengan berjalannya waktu.
Seperti Daljoeni yang mengemukakan konsep asasi dalam studi geografi maka Roger Minshull menyebutkan konsep-konsep utama dalam geografi sebagai berikut.
a. Persebaran gejala di permukaan bumi.
b. Hubungan dengan gejala lain ditempat yang bersangkutan.
c. Hubungannya dengan gejala ditempat yang lain.
d. Efek gejala terhadap gejala lain.
e. Bervariasinya gejala diberbagai tempat.
f. Persebaran gejala yang tidak merata
g. Pembauran gejala keruangan .
f. Gerakan gejala yang bersifat timbal balik.
2. Konsep-Konsep Esensial dalam Geografi
Untuk kepentingan pengajaran geografi di sekolah Seminar dan Lokakarya ahli geografi yang diselengarakan di Semarang pada tahun 1989 dan 1990 mengusulkan konsep-konsep yang perlu diajarkan pada para siswa dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Lanjutan Atas sebagai berikut.
  1. Konsep lokasi
Konsep lokasi atau letak merupakan konsep utama yang sejak awal perkembangan geografi telah menjadi ciri khusus ilmu geografi. Lokasi dipelajari arti dan pemakaiannya sejak ditingkat sekolah dasar sampai dengan tingkat perguruan tinggi sehingga muncul teori-teori lokasi. Pembicaraan unsur unsur letak sangat penting dalam geografi terutama berkaitan dengan telaah regional atau kajian wilayah secara garis besar telah dapat dibedakan menjadi;
a.1 Letak fisiografis meliputi ;
a).letak astronomis.
b).letak klimotologis
c)’letak maritim.
d).letak kontinental.
e).letak geomorfologis
Letak fisiografis adalah letak suatu tempat terhadap alam, artinya letak suatu tempat terhadaptempat-tempat dengan type-type tertentu misalnya type iklim, terhadap laut an,daerah pegunungan dan sebagainya.
a.2. Letak sosiogeografis meliputi;
a). letak sosial.
b).letak ekonomis.
c).letak politis.
d).letak cultural
Secara umum letak suatu tempat dapat memiliki arti strategis. Lokasi yang berkait an dengan kondisi sekitarnya dapat memberi arti menguntungkan dapat pula merugi kan. Lokasi ditepi jalan raya menjadikan harga tanah menjadi sangat mahal tetapi ku rang disenangi untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena kebisingan dan polusi asap kandaraan.
  1. Konsep jarak
Jarak mempunyai arti penting bagi kehidupan sosial ekonomi dan per tahanan. Jarak dapat merupakan faktor pembatas yang bersifat alami walaupun jarak dapat ju ga bersifat artifisial sejalan dengan kemajuan kehidupan dan tehnologi. Jarak meli puti dua hal yaitu jarak absolut dan jarak relatif . Jarak absolut adalah jarak dua tem pat yang diukur berdasarkan garis lurus diudara yang mudah diukur pada peta dengan memperhatikan skala peta. Jarak dapat pula dinyatakan pada jarak tem puh baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan maupun satuan biaya angkutan. Sejalan dengan kemajuan tehnologi ,jarak tempuh maupun biaya angkutan dua tempat yang berjauhan berubah dari waktu kewaktu. Jarak yang semula hanya dapat ditem puh selama berhari –hari dengan berjalan kaki berubah dapat ditem puh dalam waktu beberapa jam saja bahkan beberapa menit. Jarak sebagai pemisah antara dua tempat juga berubah sejalan dengan kemajuan saranan transportasi dan komunikasi itulah sebabnya orang mengatakan bahwa dunia semakin kecil dan jarak semakin dekat dengan komunikasi mutahir orang dapat berhubungan melihat suatu peristiwa yang terjadi disuatu tempat bahkan di Benua lain dalam waktu sesaat.
Dalam kaitanya dengan perekonomian jarak tetap dalam kaitanya dengan perekono mian. Jarak merupakan faktor pembatas sehingga dirumuskan teori-teori yang berkait an dengan jarak misalnya jarak angkut, nilai sewa tanah, zonifikasi tataguna lahan dan sebagainya. Jarak akan sangat berpengaruh terhadap harga tanahatau nilai sewa tanah. Bandingkan harga tanah atau sewa lahan untuk tempat yang berdekatan jalan raya dengan yang jauh dari jalan raya.


  1. Konsep keterjangkauan
Keterjangkauan terkait dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau komunikasi yang dapat dipakai. Suatu tempat dapat dikatakan terisolasi kalau tempat tersebut sulit untuk dijangkau, baik dengan sarana transportasi ataupun dengan sarana komunikasi dari tempat yang lain. Rintangan medan yang berupa pegu nungan yang tinggi,hutan yang lebat atau rawa-rawa merupakan contoh penyebab suatu tempat sulit dijangkau .Faktor sosial yang berupa bahasa, adat istiadat, sikap yang berbeda juga dapat menjadi faktor penyebab sulitnya keterjangkauan suatu tempat.
Keterjangkauan dapat berubah dengan adanya kemajuan perekonomian dan tehnologi. Sebaliknya tempat-tempat dengan keterjangkauan rendah akan sulit untuk mencapai kemajuan dan mengembangkan perekonomianya Contoh ;Pulau Jawa lebih padat dan lebih maju dibanding dengan kawasan di Pulau Kalimantan yang di kelilingi rawa-rawa serta hutan yang lebat .Wilayah di Pulau Papua relatif paling tertinggal dibanding kawasan Indonesia lainya karena relatif yang sangat kasar dan banyak suku yang hidupnya terisolasi.
  1. Konsep pola
Pola berkaitan dengan susunan bentuk atau persebaran fenomena di permukanan bumi baik fenomena alam maupun fenomena sosial budaya. Geografi mempelajari pola dan bentuk persebaran fenomena, artinya memahami serta ber usaha untuk memanfaatkanya. Apabila memungkinkan juga mengintervensi atau memodifikasi pola yang ada untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. Contoh;orang berladang dan menggembala ternak di daerah yang hutannya kurang dan bersawah, di daerah datar dan cukup air.
  1. Konsep morfologi
Morfologi menggambarkan perwujudan daratan dimuka bumi yang merupakan hasil proses pengang katan atau penurunan wilayah melalui proses geologi yang lazimnya disertai dengan erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu lalu terbentuk pulau-pulau, daratan yang luas , pegunungan , lembah,dan dataran aluvialnya .Morfologi juga menyangkut bentuk lahan yang terkait dengan erosi ,pengendapan, penggu naan lahan, ketebalan tanah, ketersediaan air serta jenis vegeta si yang dominan. Bentuk dataran atau plato dengan kemiringan tidak begitu curam merupa kan wilayah yang mudah untuk digu na kan sebagai daerah pemukiman dan usaha perekonomian nya. Bila diperhatikan peta penyebaran penduduk di Asia ternyata di daerah yang paling padat penduduknya adalah di lembah sungai besar dengan tanah yang subur. Sedang daerah pegunungan tinggi atau lereng yang terjal dan mempunyai keterjangkauan yang terbatas umumnya merupakan daerah yang jarang penduduknya atau bahkan tidak dihuni manusia.

  1. Konsep aglomerasi
Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran gejala yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah sempit yang paling menguntungkan baik mengenai keseragaman gejala maupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan. Dalam masyarakat perkotaan mereka cende rung mengelompok pada hal yang sejenis (homogen) sehingga timbul pengelompokan permukiman sepertidaerah elit,daerah permukiman pedagang, daerah kumuh (slums) . Sedang didae rah perdesaan semakin subur tanahnya dan semakin luas datar annya semakin besar pula jumlah penduduknya sehingga desa semakin besar.Demikian pula sebaliknya pola aglomerasi pen duduk dibedakan menjadi tiga yaitu pola mengelompok,pola tersebar secara acak atau tidak teratur dan pola tersebar teratur.
  1. Konsep nilai kegunaan
Nilai kegunaan suatu fenomena atau berbagai sumber yang tersedia dipermukaan bumi bersifat relatif tidak sama bagi semua orang. Daerah berpantai landai dengan perairan yang jernih belum tentu memiliki nilai kegunaan yang berarti bagi penduduk setempat bila kehidupan mereka berorientasi pada pemanfaatan sumber-sumber di daratan. Sebaliknya bagi orang kota yang hidup berkecukupan, setiap hari selalu sibuk, tinggal didaerah yang sangat padat ,maka daerah pantai yang seperti itu memiliki nilai kegunaan yang tinggi sebagai daerah rekreasi.
Demikian pula daerah dataran banjir (alluvial plain) yang bagi sementara orang di pandang sebagai daerah rawan dan dianggap kurang bermanfaat tetapi bagi masyarakat yang sudah turun temurun bertempat tinggal didaerah seperti itu merupakan daerah yang menyenangkan untuk tempat tinggal walaupun harus disertai dengan berbagai pengetahuan kerawanan banjir dan pemanfaatan daerah setempat.
  1. Konsep interaksi
Proses interaksi terjadi karena adanya perbedaan kewilayahan. Interaksi merupakan peristiwa saling mempengaruhi daya-daya, obyek atau tempat satu sama lain. Setiap wilayah memiliki atau mengembangkan potensi sumber daya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan apa yang ada diwilayah lain ,oleh karena itu selalu terjadi interaksi atau bahkan interdependensi antara satu tempat atau wilayah dengan tempat atau wilayah lain. Misalnya ; daerah perdesaan menghasilkan pangan dan produk-produk lain yang dibutuhkan penduduk perkotaan, sebalik nya perkotaan menghasilkan berbagai barang industri jasa dan informasi yang dibutuhkan penduduk perdesaan.dengan demikian terjadilah proses interaksi atau bahkan interdependensi antara desa dengan kota berupa pengangkutan produk pertanian dari desa ke kota sebaliknya kota menyediakan transportasi pengiriman produk industri atau barang-barang jadi kedesa .Demikian pula dengan adanya perbedaan antara kondisi di daerah perdesaan dan kondisi di perkotaan yang mengakibatkan terjadinya interaksi desa – kota berupa gejala urbanisasi.
Kondisi perdesaan yang ditandai dengan adanya berbagai keterbatasan seperti, keterbatasan lahan pertanian , lapangan kerja, fasilitas pendidikan dan hiburan Kemiskinan merupakan faktor-faktor yang mendorong terjadinya perpindahan penduduk dari desa kekota sementara itu kota mempunyai kondisi yang berbeda dengan desa. Misalnya dalam hal kesempatan kerja, ketersediaan sarana pendidikan, hiburan, pelayanan kesehatan dan sebagainya yang semua itu merupakan faktor penarik bagi penduduk perdesaan untuk berurbanisasi.
  1. Konsep diferensiasi areal (perbedaan keruangan)
Setiap tempat atau wilayah mem punyai ciri dan sifat yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan karena setiap tempat merupakan hasil integrasi berbagai unsur lingkungan. Integrasiberbagai unsur tersebut menyebabkan suatu wilayah mempunyai karakteristik tersendiri sebagai suatu region yang berbeda dengan region lainnya.,Unsur lingkungan dapat bersifat dinamis oleh karena itu integrasinya juga menghasilkan karekteristik yang berubah-ubah dari waktu kewaktu, misalnya daerah pedesaan dengan corak kehidupan agrarisnya berbeda dengan keadaan diperkotaan bahkan kondisi desa satu dengan desa yang lainnya, kota satu dengan kota yang lainnya juga dapat menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan karena unsur-unsur pembentukannya juga berbeda.
  1. Keterkaitan ruangan
Keterkaitan ruangan atau asosiasi keruangan merupakan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain disatu tempat. Kovariasi ini mewujudkan suatu region yang bersifat formal yang berbeda halnya dengan region , fungsional yang terwujud dari integrasi fenomena yang saling be interaksi. Contoh ; keterkaitan antara kemiringan lereng dengan ketebalan tanah.
B. Pendekatan Geografi
1.Sudut Pandang Keruangan
Pendekatan keruangan menekankan analisisnya pada variasi distribusi dan lokasi dari gejala-gejala atau kelompok gejala gejala dipermukaan bumi. Contoh yang dikemukaan oleh Petter Hagget misalnya studi variasi kepadatan penduduk, studi variasi penggunaan lahan, studi variasi tentang kemiskinan dipedesaan. Faktor-faktor yang menyebabkan pola-pola distribusi keruangan yang berbeda-beda dan bagaimana pola-pola keruangan yang ada dapat diubah sedemikian rupa sehingga distribusinya menjadi lebih efektif. Pendekatan keruangan menyangkut pola, proses dan struktur dikaitkan dengan dimensi waktu maka analisisnya bersifat horizontal.
2.Sudut Pandang Kelingkungan
Studi mengenai interaksi antara organisme hidup dengan lingkungan, yang disebut sebagai ekologi dalam suatu ekosistem , interaksi kehidupan manusia dengan faktor fisis yang membentuk sistem keruangan dan menghubungkan suatu region dengan region lain dikaji dalam geografi. Pendekatan ekologi dalam geografi adalah suatu metodologi untuk men dekati, menelaah dan menganalisa suatu gejala atau sesuatu masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi Geografi sesuai dengan pendapat dari Stoddart, Bliss Jones, Choorly dan Simmons merupakan human ekologi.Dalam pendekatan ini analisis hubungan antar variabel manusia dengan variabel lingkungan lebih ditekankan sehingga dapat dikatakan bahwa analisisnya lebih dikenal sebagai analisis vertikal.
Organisasi hidup <----->air <---> atmosfer <---->Litosfer
Sebuah ekosistem ( natura Ecosytem )
Dalam hal ini metodologi pendekatan analisis dan penelaahan gejala dan masalah geografi menerapkan konsep-konsep ekologi manusia untuk menelaah manusia dengan lingkungannya dalam hubunganya dengan jalinan hidup pada tempat tinggal manusia yang meliputi alam, persaingan, pertukaran dan proses simbiosenya Pandangan dan penelaah ekologi diarahkan pada hubungan antara manusia sebagai mahluk hidup dengan lingkungan alam.Sebagai contoh didalam pendekatan ekologi bahwa suatu permukiman ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktifitas manusia dengan lingkungan alamnya.
3. Sudut Pandang Kewilayahan
Kombinasi antara analisa keruangan dan analisa kelingkungan disebut sebagai analisa kewilayahan atau analisa komplek wilayah. Pada analisa ini wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan pengertian areal defferentiation, yaitu suatu anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya berbeda antara wilayah satu dengan wilayah lain .Pada analisa ini diperhatikan pula mengenai penyebaran fenomena tertentu (analisa keruangan ) dan inter aksi antara variabel manusia dan lingkungannya untuk kemudi an dipelajari kaitannya sebagai analisa lingkungan dalam hu bungannya dengan analisa wilayah atau komplek wilayah ini Ramalan wilayah dan perancangan wilayah merupakan aspek-aspek yang penting dalam analisa tersebut. Perkembangan konsep regional dalam geografi banyak digunakan untuk meng analisa berbagai fenomena geosfer yang memiliki variasi keru angan yang secara kausalitas berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan lingkungannya meliputi lingkungan bio tik,abiotik maupun cultural sehingga membentuk fenomena jaringan kewilayahan pendekatan wilayah. Pada awalnya lebih menekankan pada idiografik yang mendeskripsikan distribusi dan karakteristik berbagai fenomena dalam wilayah tertentu. Saat ini telah dikembangkan kearah kajian yang lebih bersifat nomotetik kuantitatif dengan menganalisa hubungan kuasalitas melalui verifikasi. Secara umum wilayah dapat diartika sebagai sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam hal tertentu dari daerah sekitarnya, Sehubungan dengan hal ini sebagian dari permukaan bumi dapat disebut sebagai wilayah pertanian dengan catatan bahwa wilayah tersebut didominasi oleh petani dengan sebidang lahan pertanian dan fasilitas usaha tani. Dapat juga dikemukakan suatu ciri wilayah dengan fenome na tertentu misalnya fenomena politik, kebudayaan kegiatan so sial tertentu, mata pencaharian. Berdasarkan fenomena alam tertentu yang mendasarkan pada iklim,vegetasi, fauna,relief atau topografi yang secara keseluruhan dapat dibedakan berda sarkan ;
@ . kenampakan tunggal (single feature)
@ . kenampakan berdasarkan jenis tertentu (specific region)
@ . kenampakan berdasarkan satu kekhususan (special region)
Klasifikasi wilayah menurut jenisnya menekankan kepada jenis sesuatu seperti ; wilayah iklim, wilayah pertanian, wilayah vegetasi, wilayah fisiografi. Konsep yang lain adalah wilayah seragam (uniform region) dan wilayah nodus (nodal region). Wilayah nodus/tombol//tonjol adalah suatu wilayah yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling di hubungkan dengan garis melingkar.


Wilayah
Contoh
1. Berdasarkan keseragaman atau kesamaan dengan kriteria tertentu disebut sebagai unifrorm region. 2. Wilayah yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling dihubung kan dengan melingkar disebut sebagai nodal region
3. Klasifikasi wilayah yang terutama menekankan kepada sejenisnya disebut sebagai generic region meskipun fungsi wilayah kurang diperhitungkan 4. Klasifikasi wilayah menurut kekhususan merupakan daerah tunggal ciri-ciri geografi yang khusus disebut sebagai specific region. 5. Faktor analisis berdasarkan metode analisis statistik
Wilayah pertanian, wilayah permukiman, wilayah industri, wilayah perdagangan wilayah pelayanan kesehatan . Wilayah kota dengan jaringan khusus,
wilayah perdesaan dengan jaringan khusus , wilayah pantai dengan jaringan khusus. . . .Wilayah iklim, wilayah vegetasi, wilayah fisiografi . . .

. Wilayah Asia ,wilayah Australia,wilayah Eropa, Asia Barat, wilayah Asia Tenggara. . . . .Wilayah dengan aktifitas tertentu meliputi pendidikan, industri, perdagangan.


Pendekatan ini merupakan penggabungan antara analisis ekologi dengan keruangan. Unit-unit wilayah yang dipelajari kemudian dibandingkan satu sama sehingga dapat diketahui persamaan-persamaan, perbedaan – perbedaan serta penyebab- penyebab persamaan atau perbedaan, hubungan fungsional antara masing-masing unit wilayah.
Dapat dianalisa peranan elemen-elemen wilayah dapat dikenali
C. Kajian Geografi
Setiap pakar geografi tentu mempunyai kemampuan mengkaji suatu fenomena secara geografi. Dengan kajian geografi itulah pakar geografi menunjukkan jati dirinya dan ikut menyumbangkan ilmu geografi bagi kehidupan manusia. Kajian geografi berisi uraian tentang :
1.Deskripsi gejala
2.Lokasi
3.Persebaran
4.Interaksi
5.Prediksi hasil kajian

1.Deskripsi gejala
Setiap kajian geografi harus diperjelas dulu gejala yang akan dibahas. Hal itu disebabkan pemahaman gejala yang tidak sama untuk orang yang berbeda latar belakang. Pendeskripsian awal juga akan membatasi pembahasan sehingga lebih fokus dan lebih dipahami .Misalnya pengkajian ayam , kalau tidak dideskripsikan terlebih dulu, maka pemahaman ayam dapat bermakna ayam pedaging, ayam petelor atau ayam kampung .Bahkan referensi orang tentang ayam lebih banyak lagi : ayam hias, ayam aduan, ayam katai, ayam arab, ayam hutan atau menunjuk asal daerahnya ayam Kedu, ayam Bangkok, ayam Bali. Demikian pula fokus kajian perlu disampaikan, ingin mengkaji ayam sebagai bahan makanan, sumber penyakit, alat ritual budaya atau sekedar hobi.
Fenomena alampun perlu dideskripsikan juga. Banjir misalnya, untuk penduduk pinggir sungai yang selalu mengalami setiap musim hujan, bukanlah masalah. Mereka sudah siap naik kebagian rumah yang lebih tinggi dan segera membersihkan lantai segera setelah air surut. Bagi petani, banjir yang datang berakibat gagal panen yang berarti ancaman bagi hidup beberapa bulan ke depan. Bahkan petani mengalami berbagai kesulitan karena musibah banjir : gagal bayar uang sekolah, gagal bayar hutang bahkan gagal menikah. Petani memang sangat menggantungkan pembiayaan semua kebutuhannya melalui hasil panenan.
Deskripsi gejala yang disampaikan pada kajian geografi dibuat sejelas mungkin, terinci dan masalah utama yang ingin dikemukakan.
2.Lokasi
Lokasi menunjukkan tempat atau wilayah gejala itu terjadi dengan batas-batas yang jelas, luas cakupannya dan posisi gejala pada gejala yang lebih besar serta arti pentingnya gejala tersebut di kaji. Misalnya kajian tentang ayam petelur. Pembahasan nya meliputi lokasi dengan ditunjukkan nama desa, kecamatan atau kabupaten.tempat ayam petelur berada.Batas-batas wilayah adminitrasi tetangga perlu disampaikan sepanjang daerah yang dikaji menjadi sentra peternakan ayam petelur. Mungkin saja satu desa akan mewakili kecamatan , satu atau kecamatan mewakili kabupaten.
Luas cakupan meliputi pokok-pokok bahasan yang akan dkaji, misalnya berfokus pada pemenuhan kebutuhan telur di wilayah itu, persediaan pakan ayam petelur dan kemungkinan menjual ke wilayah lain.Sedangkan aspek lain seperti kualitas kandang, obat-obatan, fluktuasi harga telur tidak dibahas meskipun mempunyai arti penting.
3.Persebaran
Keberadaan suatu gejala di suatu wilayah mungkin saja memusat di salah satu tempat, misalnya dekat dengan ibukota Kecamatan. atau memanjang di pinggir jalan, atau berada di semua desa dari Kecamatan itu. Dengan kata lain perse baran suatu gejala dapat memusat,memanjang, tersebar merata atau tidak merata.
Misalnya keberadaan kandang ayam petelur di suatu Kecamatan dapat dikemukakan seperti apa adanya, visualisasinya menggunakan peta sehingga mudah dipahami. Seandainya kandang ayam petelur hanya ada di dekat ibu kota Kecamatan maka desa yang terjauh mungkin saja memenuhi kebutuhan telurnya dari Kecamatan lain, karena pertimbangan ongkos transportasi.
4.Interaksi
Suatu gejala disuatu wilayah mempunyai hubungan dengan gejala-gejala lain di wilayah itu. Seberapa besar hubungan itu atau seberapa intensitas interaksi antar gejala itu menjadi kajian geografi. Adanya produksi ayam petelur di suatu Kecamatan, semestinya dapat memenuhi kebutuhan gizi warganya; Kalau sampai ada kasus anak kurang gizi tentu ada permasalahan yang perlu diketahui dan diselesaikan.
Usaha ayam petelur tentu membuka lapangan kerja bagi warga sekitarnya. Diperlu kan pekerja yang membersihkan kandang, memberi pakan, mengumpulkan dan menjual telurnya. Juga orang yang membeli pakan dan obat-obatan serta mengangkut telurnya kepada konsumen. Faktor lain yang mempengaruhi produksi telur adalah ketersediaan air, suhu udara yang mempengaruhi selera makan ayam, angin yang dapat menyebarkan penyakit. Ternyata interaksi kandang ayam petelur dengan berbagai faktor seperti : air, suhu, angin, ketersediaan obat, makanan, vitamin, tenaga kerja, transportasi, pengepakan telur, jarak dengan pasar, jumlah konsumen dan fluktuasi harga merupakan kajian menarik bagi para geograf.
5.Prediksi hasil kajian
Fungsi kajian geografi adalah menggambarkan kondisi suatu gejala secara jelas mulai dari pengertian suatu gejala dalam suatu deskripsi atau uraian tentang gejala itu, lokasi tempat gejala itu berada, persebaran di suatu wilayah dan interaksi gejala itu dengan gejala-gejala lain sampai menemukan permasalahan yang muncul. Umumnya masalah muncul karena ketidakseimbangan interaksi antar gejala. Dalam kasus peternakan ayam petelur, tercemarnya air dan udara dapat mengancam ayam petelurnya, kelangkaan makanan dan obat-obatan dapat menurunkan produksi telur dan bencana alam banjir dapat menghambat transportasi.
Tugas geograf melalui kajiannya dapat memprediksi kemungkinan-kemungkinan bila masalah yang muncul tidak diatasi, atau salah memilih solusi yang ditawarkan.


BAB III.
KAJIAN TERHADAP HEWAN
Hewan atau lebih sering disebut fauna ,mempunyai arti khasanah segala macam jenis hewan yang hidup di bagian tertentu atau periode tertentu .
Hewan juga didefinisikan sebagian kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Anamalia atau Metazoa adalah salahsatu dari berbagai mahluk hidup yang terdapat dialam semesta .Hewan dapat terdiri dari satu sel [uniseluler] atau banyak sel [multiseluler].
A. Klasifikasi
Klasifikasi adalah pengelompokan organisme atau mahluk hidup dalam takson melalui pencarian keseragaman dalam keaneka ragaman .Mahluk hidup yang diklasifikasikan dalam suatu unit atau takson tertentu memiliki persamaan-persamaan sifat dan atau ciri-ciri ,sebaliknya ,mahluk hidup dalam unit atau takson yang berbeda akan memiliki perbedaan –perbedaan sifat dan atau ciri-ciri , dalam pengklasifikasikan dilakukan pemberian nama kelompok-kelompok mahluk hidup .
Klasifikasi bertujuan untuk menyederhanakan obyek studi mahluk hidup yang sangat beranekaragam , sehingga akan lebih mudah dalam mempelajarinya.
Adapun manfaat klasifikasi adalah ;
* Dengan mengetahui ciri-ciri , hubungan kekerabatan , dan interaksinya dilingkungan , kita dapat mengetahui berbagai manfaat organisme secara langsung .
* Dengan mengetahui sifat-sifat unggul mahluk hidup , kita dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan , sandang, papan,dan obat-obatan .
* Pengenalan interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya dapat dimanfaatkan untuk menjaga keseimbangan ekosistim memberikan manfaat bagi manusia .
* Untuk dipelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati dimasa mendatang .
Macam Sistem Klasifikasi
Berdasarkan kriteria yang digunakan, dapat dibedakan menjadi 3 sistem klasifikasi yaitu :
1. Sistem Artifisial atau Sistem buatan
Dalam sistem ini, mahluk hidup diklasifikasikan berdasarkan struktur morfologi, anatomi, maupun fisiologi, terutama alat reproduksi ,dan habitatnya. Pada tumbuhan meliputi penampilannya seperti perdu , semak gulma dan pepohonan, seperti yang diungkapkan oleh Theopratus dalam bukunya Historia Plantarum. Yang termasuk klasi fikasi artifisial yaitu sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Aristoteles dan Carolus Niaeus dalam bukunya Histora Animalum Aristoteles mengklasifikasikan hewan menjadi dua , yaitu hewan berdarah dan hewan tidak berdarah.

2. Sistem Alam
Sistem ini menghendaki terbentuknya takson-takson yang alami artinya, anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah seperti yang dikehendaki oleh alam, adapun dasar yang digunakan yaitu banyak sedikitnya persamaan terutama morfologi.Perintis sistem ini adalah Michael Adamson dan Jean Baptise de Lamarak . Contoh klasifikasi system alami yaitu kelompok hewan berkaki empat, kelompok hewan bersirip,dan kelompok hewan tidak berkaki. Sementara kelompok hewan hewan berkaki empat dapat dikelompokan menjadi kelompok hewan hewan berkuku gasal , kelompok berkuku genap, dan sebagainya .
3. Sistem Filogeni
Sistim ini bertitik tolak dari pandangan teori evolusi, teori ini mengatakan bahwa spesies yang ada di permukaan bumi akan mengalami perubahan secara terus menerus Dalam jangka waktu yang lama seiring dengan perubahan lingkungan sehingga menghasilkan bentuk spesies yang lain. Organisme baru lahir dari organisme pendahulu yang mengalami perubahan tatanan gennya sehingga mengakibatkan perubahan sifat organisme tersebut, perubahan tersebut terjadi secara perlahan , sedikit –demi sedikit dan dalam jangka waktu yang lama. Sebagian kelompok akan meneruskan kelompok itu, dan sebagian yang lainnya akan berkembang menjadi kelompok baru,dan sebagian lainnya akan punah, dengan demikian spesies yang ada sekarang ini berasal dari spesies yang ada sebelumnya .
Sistem filogenik mencerminkan urutan perkembangan serta jauh dekatnya hubungan kerabatan antara takson. Filogeni adalah kajian mengenai organisme dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Ontogeni adalah kajian mengenai organisme dari zigot sampai dewasa,perintis sistem ini adalah Charles Robert Darwin .
Proses dan Hasil Klasifikasi
Pengelompokan mahluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki mahluk hidup tersebut. Bila ada berbagai jenis hewan dan akan dikelompokkan, maka hewan yang memiliki kesamaan ciri dijadikan satu kelompok, Contoh; kambing dan sapi satu kelampok karena sama cirinya yakni memiliki rambut pada kulitnya dan hewan betina mempunyai kalenjar susu. Jadi suatu kelompok akan terbentuk dari berbagai jenis hewan yang memiliki kesamaan ciri tubuh . Hewan yang mempunyai ciri berbeda membentuk kelompok lain.
Taksonomi
Taksonomi berasal dari kata takson yang berarti kelompok,dan nomos yang yang berarti hukum, taksonomi adalah cabang biologi yang bertugas untuk mengadakan identifikasi semua mahluk hidup,baik yang sekarang masih hidup maupun yang dulu pernah ada. Taksonomi dilakukan dengan menentukan nama dan tempat mahluk hidup dalam sistem klasifikasi sehingga diperoleh suatu rangkuman ringkasan, atau gambaran singkat tentang mahluk hidup di dunia. Kelompok yang memiliki sedikit persamaan ciri dan sifat mempunyai jumlah warga yang lebih besar daripada kelompok yang memiliki banyak persamaan ciri dan atau sifat .
Takson disusun dari yang beranggota banyak [sedikit persamaan ciri dan sifat] ke yang beranggota sedikit [ banyak persamaan ciri dan sifat ] . urutan katagori takson mulai dari yang besar sampai yang kecil ,misalnya saja kalau untuk hewan adalah ;
* Kingdom (kerajaan)
* Phylum ( filum )
* Clasis ( kelas )
* Ordo ( bangsa )
* Family ( suku )
* Genus ( marga )
* Spesies ( jenis )
Selain ketujuh kategori takson tersebut, masih ada kategori takson lain yang lebih rendah tingkatannya dari takson-takson yang sudah ada. misalnya : Subkingdom, Subphylum, Subordo, dan Subspesies. Ada juga kategori takson lain yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari takson –takson yang sudah ada misalnya : super clasis, super ordo, dan super famili .
Kategori takson yang sering digunakan dalam praktik sehari-hari ada 3 yaitu :
1.Spesies (jenis), yaitu takson yang mencakup semua individu yang berdasarkan penbawaannya memiliki ciri-ciri yang sama, baik morfologi ,anatomi, maupun fisologinya, begitu juga dengan keturunannya . Mahluk hidup dalam satu spesies memiliki jumlah kromosom yang sama dan terdapat dalam daerah distribusi yang sama Persilangan (perkawinan) antarwarga spesies akan menghasilkan keturunan yang fertile (subur)
2.Genus (marga) yaitu takson yang mencakup sejumlah spesies yang menunjukkan persamaan dalam struktur alat reproduksi ( jenis kelaminnya )
3.Famili (suku ), yaitu takson yang mencakup sejumlah genus atau marga dengan spesies-spesies yang dianggap berasal dari nenek moyang yang sama.
Sistem Tata Nama
1. Nama Jenis
Nama jenis harus terdiri atas dua kata mufrad ( tunggal ) dalam bahasa latin atau yang sudah dilatinkan.

Contoh a :
Columba livia ( merpati )
(1) (2)
Kata pertama (1) merupakan nama genus ( marga ), sedangkan kata kedua (2) merupakan nama spesifik yang menunjukan jenisnya . Kata pertama (nama marga ) dimulai dengan huruf capital ( huruf besar ), sedangkan kata kedua (nama jenis ) dimulai dengan huruf kecil , Kata kedua dapat berasal dari nama orang (penemu) atau nama tempat spesimen tersebut ditemukan
Contoh ; Elephas indicus dan Chincona ledgeriana , menunjukan bahwa indicus adalah nama tempat di india dan ledger adalah nama orang, Jika nama jenis lebih dari satu kata , kata kedua dan berikutnya harus dipisahkan atau menggunakan tanda hubung .
Contoh ;Felis maniculata domistica (kucing jinak) menjadi
Felis maniculata—domestica
2. Nama Marga (Genus)
Nama marga terdiri atas satu kata mufrad (tunggal) yang dapat diambil dari berbagai kata, seperti nama hewan, tumbuhan dan nama zat contohnya ;
Felis (kucing) ,Canis(anjing)
3. Nama suku (Famili)
Nama suku diambil dari nama genus organisme yang bersangkutan ditambah akhiran acceae bila itu tumbuhan dan idea bila mahluk itu hewan
Contoh ; _ Tumbuhan
Famili Solanaceae dari solanum + aceae
Hewan
Famili Felidea dari Felis + idea
4. Nama Kelas
Nama kelas adalah nama genus + nae
Contoh : Equisetum +nae , menjadi Kelas Equisetinae
5. Nama Ordo
Nama ordo adalah nama Genus + ales
Contoh : Zingiber +ales menjadi ordo Zingiberales
Kriteria Klasifikasi Hewan
# Jumlah sel penyusun tubuh hewan ; ada yang bersel tunggal (protozoa) dan ada yang bersel banyak (metazoa)
# Jaringan penyusun tubuh ; pada hewan primitif terdiri dari dua jaringan embrional (diploblastik) contoh ; Porivera, Coeleterata. Pada hewan yang lebih tinggi tingkatannya , tubuhnya terdiri dari tiga jaringan embrional (triploblastik)
Contoh ; Chordata
# Saluran pencernaan makanan; hewan tingkat rendah belum memiliki saluran pencernaan makanan, sedangkan hewan tingkat tinggi memiliki lubang mulut, saluranpencernaan,dan anus.
#Selom , yaitu rongga tubuh yang dibatasi oleh dinding mesodermis dan dinding sebelah dalam dilapisi oleh peritonium. Hewan yang memiliki rongga tubuh disebut euselomata, Contoh ; pada chordat., Hewan yang tidak memiliki rongga tubuh digolong kan dalam tingkat yang lebih rendah disebut aselomata .
Contoh ; Enthoprocta dan Aschelminthes.
#Segmentasi , khususnya pada hewan bersel banyak (metazoa).Metazoa yang telah mengalami metameri pada tubuhnya menempati golongan yang lebih tinggi ,
Contoh ;Annelida, Arthropoda,dan Aschelminthes .
# Kerangka( skeleton). Hewan yang berkerangka luar (eksoskeleton),misalnya
Arthropoda, lebih rendah tingkatannya. Pada yang berkerangka dalam (endoskeleton), misalnya chordata
#Anggota badan yaitu bagian yang digunakan untuk bergerak dan menangkap,makanan, misalnya tentakel pada anemon , setae pada cacing tanah, antenna dan kaki pada Arthropoda, serta sirip,kaki, dan sayap pada vertebrata..
#Tulang belakang.Hewan yang bertulang belakang digolongkan dalam kelompok Vertebrata dan hewan yang tidak bertulang belakang dimasukkandalam kelompok Avertebrata/ invertebrata
# Simetris tubuh; dibedakan atas asimetris,simetri bilateral, dan simetri radial.
# Bentuk dan letak sistem organ ; misalnya sistem organ saraf, ada dan tidaknya saraf pusat, bertangga tali, ventral,dorsal,atau lainnya.
# Alat kelamin ; pada monoceous berarti pada satu tubuh terdapat alat kelamin jantan dan betina secara bersama -sama sehingga bersifat hermaprodit,sebaliknya kelompok dioceous berarti pada satu tubuh terdapat satu alat kelamin jantan saja atau betina saja.
Para ilmuwan juga mengklasifikasi hewan berdasarkan pada berbagai hal. Berdasarkan tulang belakang ada dua kelompok besar yaitu hewan bertulang belakang yang disebut vertebrata dan hewan tanpa tulang belakang yang disebut avertebrata. .
Hewan juga diklasifikasikan menurut makanan mereka ;
Hewan pemakan daging dikenal dengan karnivora
Contohnya ;anjing , kucing , harimau
Hewan pemakan tumbuhan dikenal dengan herbivora
Contohnya ; kambing ,kuda ,sapi,kerbau
Hewan pemakan segala dikenal dengan omnivora
Contoh : monyet, beruang
Hewan pemakan serangga dikenal dengan insektivora
Contoh : kelelawar
Hewan purbakala adalah hewan yang hidup pada masa lampau dan sekarang telah punah .biasanya hewan-hewan ini hanya dikenali dari sisa –sisa tulang belulangnya yang disebut fosil. Kadangkala sejenis hewan purbakala dianggap telah punah ,tetapi ternyata ditemukan masih hidup ,maka hewan ini disebut fosil hidup ,seperti ikan Coelaconth.
Subdivisi fauna
Epifauna
Epifauna adalah hewan yang hidup di atas permukaan sedimen atau tanah
Infaona
Infauna adalah hewan akuatik yang hidup didasar sudstratum, bukan dipermukaannya, biasanya hewan infauona semakin jarang ditemukan seiring bertambahnya kedalaman air dan jaraknya dari garis pantai
Microfauna
Microfauna adalah hewan microskopik/ sangat kecil [biasanya termasuk hewan protozoa dan hewan yang sangat kecil]
Megafauna
Megafaona adalah hewan besar pada tempat/zaman tertentu


Hewan berdasarkan katagori
Mollusca
Filum Mollusca [latin,molluscus=lunak ] merupakan hewan triplobastik selomata yang bertubuh lunak.
Ciri Tubuh
Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang ,setelah filum Arthropoda . Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis ,serta 35 ribu jenis dalam bentuk fosil .Moluska hidup dilaut air tawar ,payau ,dan darat.Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi , bahkan mudah saja di temukan disekitar rumah kita .
Tubuh moluskas tidak bersigmen. Simetris bilateral tubuhnya terdiri atas kaki muscular, dengan kepala yang berkembang beragam menurut khasnya.
Ukuran dan Bentuk Tubuh
Ukuran dan bentuk tubuh Mollucas sangat bervariasi .misal ,siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dangan bentuk bulat telur , namun ada juga cumi –cumi raksasa dengaan bentuk terpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m.
Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh Mollucas terdiri dari tiga bagian utama , yaitu kaki ,massa viseral ,dan mantel.
Sistim saraf Mollucas terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus ,dengan serabut saraf yang menyebar. Sistim pencernaan Mollucas lengkap terdiri dari mulut ,esofagus, lambung usus, dan anus.
B. Persebaran
Zoogeografi atau geografi hewan adalah cabang ilmu biogeografi yang mempelajari hal ihwal penyebaran hewan di muka bumi .
Wilayah Penyebaran Hewan
Pada tahun 1876 Wallace membagi daratan menjadi enam wilayah geografis (Delany1982) Wilayah – wilayah itu meliputi benua atau subbenua yang memiliki ciri – ciri geografis dan fauna yang sama, wilayah – wilayah tersebut adalah ; Paleoartik, Neartik, Neotropik, Etiopian, Oriental, danAaustralia.
1 . Wilayah Paleoartik
Wilayah paleoartik meliputi semua daratan Eropa, sebagian Asia Utara dan Afrika utara Daratan ini kaya dengan fauna yang meliputi 39 famili – famili yang anggotanya paling banyak dijumpai adalah famili yang tergolong ordo Chiroptera, Insecfivora, Rodentia, Artiodactyla ,famili Seleliniidae dan Ailuropootidae termasuk yang bersifat endemik artinya hanya terdapat didaerah tersebut.
2 . Wilayah Neartik
Wilayah neartik ada di Amerika utara, terbentang dari daerah Artik sampai Me xico, hewan – hewan bersifat endemik,meliputi jenis – jenis dari famili Aplandontidae dan Antilocrapidae, disana tidak ada kera ,Selain jenis – jenis yang bersifat endemik diwilayah itu juga dijumpai banyak kelelawar ,rodentia , karnivora, insectivoradan artiodactyla.Selain itu ada jenis yang penyebarannya terbatas misalnya oposum dari famili didelphidae dan armadilos dari famili dasypodidae.
3 . Neotropik
Daerah neotropik terbentang dari Amerika Selatan,Amerika Tengah sampai ke Meksiko dan perbatasan dengan wilayah neartik.Daerah ini tertutup oleh padang rumput tropis,tundra alpin dan hutan pegunungan. Neotropik merupakan wilayah kaya kedua dalam hal jumlah famili Hewan – hewan disini lebih bersifat endemik dari pada didaerah lain yang bersifat endemik ada 20 famili, hewan – hewan itu antara lain ; kelompok marsupial, ( calcatus , shrewoposum ) edenfata ( anteafer sleth ) primata ( marmoset , kera dunia baru ) dan 10 famili dari kelompok Rodentia.
4 . Wilayah Etiopian
Wilayah Etiopian terbentang dari sebelah selatan pegunungan Atlas sampai keujung selatan benua Afrika kemudian meluas ke jasirah Arab dan pulau Madagaskar, sebagian besar daerahnya berupa padang pasir yang panas, sebagian yang lain berupa hutan tropis, savana dan gunung – gunung yang tinggi Tumbuh – tumbuhan sangat bervariasi wilayah ini mempunyai famili hewan mamalia diantaranya hewan bersifat endemik antara lain ; The golden moles ( chrysochloridae ) tenrec ( terrecidae ) lemur ( lemuridae ) ardvark ( orycteropidae ) jerapah ( girafidae ) 6 famili dari ordo rodentia dan 1 famili kelelawar. Hewan yang paling spesifik untuk daerah ini adalah kelompok unbulata yang hidup didaerah savana .
Fauna yang ada di pulau Madagaskar ternyata berbeda dengan yang ada diAfrika daratan dari 57 genus dan 102 jenis yang ada, 40 genus dan 83 jenis bersifat endemik, 2 jenis yaitu musang ( viverricula ) dan babi hutan ( potamocheerus ) kemungkinan dibawa orang kesana.12 genus dari kelompok primata yang ada disana diduduki oleh lemur dan aye – aye ( Daubentonia )
Berikut contoh hewan yan hidup didaerah Ethiopean
5 . Wilayah Oriental (Asiatik)
Wilayah oriental terdiri dari daerah – daerahsisi bagian selatan Himalaya, memanjang ke tenggara sampai kelaut China Beberapa pulau di Indonesia juga ada yang termasuk wilayah oriental yaitu pulau – pulau yang terletak disebelah barat garis Wallace. Garis Wallace memisahkan pulau Kalimantan dengan pulau Sulawesi dan pulau Bali dengan pulau Lombok. Daerah ini sebagian besar merupakan daerah yang tertutup oleh hutan tropis basah , hewan yang bersifat endemik hanya ada tiga famili ; lemur terbang (famili cynosphalidae ) musang (famili moschidae) dan kelelawar the long- nosed bats ( kelelawar bermoncong panjang dari famili crasconycteridae ) Beberapa jenis hewan , sama dengan hewan – hewan yang ada didaerah lain misalnya loricidae, panbidae, manidae, elephantidae dan rhinoceretidae .
Berikut contoh hewan yang hidup di wilayah Oriental :
6 . Wilayah Australia
Daerah ini meliputi benua Australia dan pulau – pulau sekitarnya sampai kepulau – pulau Indonesia yang terletak disebelah timur garis Wallace . Iklimnya bervariasi yaitu iklim tropis dan iklim subtropis Curah hujannya bervariasi antara tempat yang satu ketempat yang lain , wilayah ini sebagian besar dihuni oleh kelompok monotremata dan marsupialia yang semuanya bersifat endemik DiAustralia bisa dijumpai kelelawar dan beberapa jenis rodentia karena dibawa orang .
Berikut contoh hewan yang hidup di wilayah Australia :
Adapun persebaran hewan di Indonesia disajikan dalam table berikut :
Tabel 1. Persebaran hewan di Indonesia (jumlah spesies)
No. Nama Pulau Burung Mamalia Reptilia
  1. Sumatera 465 194 217
  2. Jawa Bali 362 133 173
  3. Kalimantan 420 210 254
  4. Sulawesi 289 114 117
  5. NTB-NTT 242 41 77
  6. Maluku 210 69 98
  7. Papua 602 125 223

Contoh hewan yang ada di Indonesia Bagian Barat
Contoh hewan yang ada di Indonesia Bagian Timur
C. Mutasi
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik [DNA maupunRNA] baik pada taraf urutan gen [disebut mutasi titik ] maupun pada taraf kromosom .
Mutasi pada tingkat kromosomal biasanya disebut aberasi .Mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya mahluk baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung evolusi mengenai munculnya variasi –variasi baru pada spesies .
Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah dari pada 1:10.000 individu .Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi [mutagen, termasuk karsinogen ], radiasi surya maupun radioaktif ,serta loncatan energi listrik seperti petir .
Individu yang memperlihatkan perubahan sifat [fenotipe] akibat mutasi disebut mutan .Dalam kajian genetik , mutan biasa dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami perubahan sifat [individu tipe liar atau wild type]
Jenis –jenis Mutasi
1] Mutasi kromosom
yaitu perubahan susunan atau jumlah dari kromosom yang menyebabkan perubahan sifat individu lazim disebut ABERASI.
2] Mutasi Gen [mutasi titik ]
yaitu perubahan gen dalam kromosom [letak dan sifat ] yang menyebabkan perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan kromosomnya lazim disebut mutasi saja.
Macam-macam Mutasi Berdasarkan Sel yang Bermutasi ;
1] Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel somatik.Mutasi ini tidak akan diwariskan pada keturunannya .
2] Mutasi Gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet ,karena terjadinya di sel gamet ,maka akan diwariskan pada keturunannya.
Pada umumnya mutasi itu merugikan , mutannya bersifat letal dan homozigot resesif . Namun mutasi juga menguntungkan, diantaranya melalui mutasi,dapat dibuat tumbuhan poliploid yang sifatnya unggul.Contohnya semangka tanpa biji, jeruk tanpa biji, buah strowbery yang besar, dll .
Terbentuknya tumbuhan poliploid ini menguntungkan bagi manusia, namun merugikan bagi tumbuhan yang mengalami mutasi , karena tumbuhan tersebut menjadi tidak bisa berkembang biak secara generatif .
Bahan –bahan yang menyebabkan terjadinya mutasi disebut mutagen .Mutagen dibagi menjadi 3, yaitu ;
1] Mutagen bahan kimia ,contohnya adalah colkisin dan zat digotonim, Colkisin adalah zat yang dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat pembelahan sel pada anafase .
2] Mutagen bahan fisika , contohnya sinar ultraviolet, sinar radioaktf, dll.Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kanker kulit . Agen fisikal menggunakan sinaran tak mengion dan sinar mengion.
3] Mutagen bahan biologi , diduga virus dan bakteri dapat menyebabkan terjadinya mutasi . Bagian virus yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi adalah DNA nya. Dalam biologi ,mutasi merujuk kepada pertukaran kepada rujukan pasangan asas genetik [ sama ada DNA atau RNA ] Mutasi boleh disebabkan kesilapan penyalinan dalam bahan genetik bersama pembagian sel dan oleh dedahan kepada ultra ungu atau radiasi mengion Mutagen kimia ,atau virus biologi ,atau boleh berlaku secara sengaja dibawah kawalan selular semasa proses meiosis atau hiperpermutasi . Dalam organisma multiseluler, mutasi boleh dibagikan kepada mutasi garis kuman,[germline mutation ] ,yang boleh diwarisi , dan mutasi somatik. Mutasi somatik tidak boleh dialihkan kepada anak dalam hewan . Tumbuhan kadang kala boleh mewariskan mutasi somatik kepada keturunan Mereka secara aseksual atau seksual [ dalam kes di mana kudup berkembang dalam bagian mutasi somatik tumbuhan ]
Mutasi menghasilkan kelainan dalam gen, dan mutasi yang tidak diinginkan [atau melemahkan ] akan disingkirkan dari kolom gen melalui pilihan semula. Sementara yang lebih baik [membawa kebaikan atau kelebihan ] cenderung untuk terhimpun , menghasilkan pertukaran evolusi .Sebagai contoh , rama-rama mungkin menghasilkan keturunan dengan mutasi baru yang disebabkan ultra ungu dari matahari dalam kebanyakan kes. Mutasi ini tidak bagus karena tiada tujuan bagi pertukaran Demikian pada tahap seluler. bagaimanapun , kadangkala mutasi mungkin menukarkan warna rama-rama , menyebabkan sukar bagi pemangsa melihat rama-rama itu. Ini merupakan kelebihan dan peluang bagi rama –rama terus hidup dan menghasilkan keturunanya Adalah lebih baik , dan menurut peredaran masa jumlah rama-rama dengan mutasi begini mungkin membentuk sebagian besar spesies ini .
D.Evolusi
Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu yang tertentu. Lebih tepatnya evolusi adalah proses perubahan gen yang bersifat terarah dalam suatu populasi yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. Ada dua faktor yang mempengaruhi evolusi yaitu ; faktor endogen ( faktor dari dalam diri mahluk hidup yang bersangkutan ) dan faktor eksogen ( faktor lingkungan dan makanan yang ada ) .
Evolusi berkaitan erat dengan adaptasi dan selalu dikaitkan dengan lingkungan alam. Dalam hal ini lingkungan alam sebagai suatu habitat selalu mengalami perubahan , baik secara cepat maupun secara berlahan – lahan . Perubahan alam secara berlahan – lahan ini akan memaksa mahluk hidup untuk beradaptasi , yaitu dengan mengalami perubahan pula .
Aktualisasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan mahluk hidup , Semua mahluk hidup dapat mengalami evolusi , dimana mereka mewarisi dari generasi – ke generasi. Mahluk hidup yang beradaptasi terhadap perubahan – perubahan yang ada maka akan mendapat perlindungan dari seleksi alam.Hal ini berarti evolusi bersifat progresif sementara itu mahluk hidup yang tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan yang ada akan mengalami kepunahan .
Teori
Teori Jean Baptise Lamarck ( 1744 – 1829 )
Dalam bukunya , “Philosophie Zoologique” dijelaskan ;
-- Alam sekitar mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat-sifat yang diwariskan .
-- Ciri ciri atau sifat sifat yang di dapat akan diwariskan kepada keturunannya .
-- Organ yang digunakan akan berkembang, sebaliknya organ yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran .
Teori Biogenesis
Mahluk hidup berasal dari mahluk hidup sebelumnya ( omnevivum e vive ) atau mahluk hidup berasal dari telur ( omne vivum ex ovo ) .
Teori Spesial Creation ( ciptaan khusus )
Semua spesies yang ada di permukaan bumi ini adalah diciptakan secara sendiri – sendiri Teori ini juga menjelaskan tentang terbentuknya ( asal – usul ) mahluk hidup .
Teori Charles Darwin ( tentang jerapah )
Populasi jerapah adalah heterogen ada yang berleher panjang dan ada yang berleher pendek. Dalam kompetisi mendapat makanan , jerapah berleher panjanglah yang menang , hingga jerapah berleher pendek lenyap dengan perlahan – lahan .
Penciptaan Mahluk Hidup
Ahli zoologiy evolusionis , R . Eric Lombard mengemukakan bahwa semua mahluk hidup muncul begitu saja di bumi secara bersamaan dalam kurun waktu geologi yang sama. Jadi dalam kurun waktu tersebut muncul reptil .mamalia, aves , pisces ,amfibi , serta bangsa avertebrata secara bersamaan .Teori ini menentang teori lain yang menyatakan bahwa asal muasal semua hewan adalah berasal dari reptil , diperkuat dengan adanya perbedaan bentuk dan fungsi organ secara mendasar , seperti ; alat pernafasan , alat gerak , kulit dan lain – lain .
Mahluk hidup yang tercipta pada saat itu sudah dalam keadaan yang sempurna ,hanya saja dalam perkembangannya mengalami evolusi ( perubahan secara fisik ) sebagai hasil dari adaptasi terhadap perubahan lingkungan atau habitat. Tujuan dari evolusi itu sendiri adalah agar mahluk hidup tersebut dapat berkompetisi dalam proses pertahanan hidup dari perubahan habitatnya dan ketersedian makanan utama .
Semua mahluk hidup diciptakan dalam bermacam – macam jenisnya dan setiap jenis memiliki sifat – sifat dasar yang berbeda dan karena itu perkembangan yang terjadi tetaplah sesuai dengan jenisnya masing – masing , baik itu perkembangan diri ( evolusi ) .
Proses evolusi yang terjadi dipengaruhi oleh alam lingkungan . Kodok memiliki selaput diantara ruas – ruas jari kakinya ,dimana selaput tersebut berfungsi sebagai alat bantu berenang ketika ia berada diair. Dalam perkembangannya kodok ada yang lebih banyak menghabiskan waktunya didaratan atau daerah kering , sehingga selaput pada kakinya jarang digunakan , hal ini menyebabkan modifikasi pada kakinya terutama selaput yang ada pada kakinya , dimana selaput – selaput itu mulai berkurang ukurannya .
Sementara itu ada kodok yang mencoba untuk memanjat pohon untuk mencari makan dan selanjutnya untuk mencari tempat perlindungan dari pemangsanya. Dalam proses ini terjadi pula modifikasi pada kaki – kakinya agar dapat digunakan untuk memanjat pohon , modifikasi yang terjadi adalah perubahan bentuk ujung jarinya , yaitu dari bentuk semula runcing menjadi bulat . Selaput pada kakinya bukan hanya berfungsi untuk berenang saja , melainkan juga untuk menempelkan kaki –kakinya pada dahan atau dedaunan dengan menggunakan prinsip kerja penahanan udara .
Perubahan habitat memaksa ikan untuk beradaptasi terhadapnya Di mana ikan yang hidup diperairan asin mungkin karena terdampar pada perairan tawar, maka harus membiasakan diri untuk hidup di air tawar dan berlaku pula sebaliknya. Perubahan warna tubuh juga kerap terjadi sebagai hasil adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya.
BAB IV
PERANAN UNSUR-UNSUR GEOGRAFI TERHADAP KEHIDUPAN HEWAN
  1. Unsur-unsur Alam
  1. Air
Perubahan wujud air berpengaruh terhadap hewan .misalnya ,jika air didalam tubuh hewan menjadi es karena penurunan suhu lingkungan yang sangat tajam menyebabkan sel dan jaringan tubuh rusak karena dinding selnya pecah .Penguapan air keringat yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh kekurangan air .Di muka bumi air mengalami perubahan wujud secara siklik .Air di muka bumi yang kebanyakan berada di lautan setiap saat menguap . Ada atau tidaknya genangan air ,dan perbedaan kelembaban udara berpengaruh terhadap kehidupan hewan ,Pengaruh air terhadap hewan sesuai dengan tempat hidup dan ketahanannya terhadap efek pengeringan lingkungan .Dalam hal ini hewan-hewan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok ,yaitu :
  1. hidrosol [hidrocoles ] atau hewan air ,
  2. mesosol [ mesocoles ] atau hewan yang hidup ditempat yang tidak terlalu basah dan juga tidak terlalu kering ,
  3. xerosol [xerocoles ] atau hewan yang hidup didaerah kering karena tingginya tingkat penguapan ,
Hewan-hewan hidrosol akan mengalami kekeringan tubuh jika di daratan ,misalnya ; cacing yang berada dipermukaan tanah pada siang hari .kekeringan tubuh itu disebabkan oleh terjadinya penguapan cairan tubuh .
Hewan –hewan xerosol dan mesosol akan mengalami kesulitan hidup jika masuk kelingkungan lebih lembab atau kedalam air . Kelembaban udara yang lebih tinggi menghambat penguapan air yang keluar dari dalam tubuh , Disamping faktor yang berhubungan dengan kandungan air tubuh ada faktor lain yang berpengaruh pada hewan –hewan darat yang masuk kedalam air ,antara lain ; kadar oksigen , konsentrasi lautan , tekanan osmotik ,Sebagai contoh , hewan –hewan darat yang bernafas dengan paru-paru akan mengalami kesulitan bernafas jika masuk ke dalam air.,karena kadar oksigen dalam air rendah dan oksigen itu berada dalam keadaan terlarut dalam air.
Hewan darat yang masuk ke dalam laut mungkin akan mengalami kekurangan cairan tubuh, karena air tubuhnya terserap oleh air laut sebagai akibat dari adanya peristiwa difusi dan osmosis. Kejadian ini juga akan dialami hewan-hewan air tawar yang masuk kedalam air laut. Sebaliknya hewan laut yang masuk ke air tawar akan kemasukan banyak air karena adanya proses difusi atau osmosis.
Penyebaran dan kepadatan hewan air dilingkungan air ditentukan ole kemampuannya untuk mempertahankan tekanan osmotik didalam tubuhnya, dan berhubungan dengan kemampuannya untuk bertoleransi dengan salinitas air. Hewan laut dapat mengatur tekanan osmotik sesuai dengan tekanan osmotik air laut, hewan air tawar dapat mengatur tekanan osmotik tubuhnya agar tetap lebih tinggi dari pada tekanan osmotik air.
Ikan-ikan betulang keras yang dapat hidup di air laut dan air tawar mampu mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya baik ketika berada dilaut maupun di air tawar. Pada saat di laut, ikan-ikan itu banyak mengluarkan air melalui air kencing dan banyak minum pada saat di air tawar. Di lingkungan rawa, daerah pasang surut pantai, dan tempat-tempat berair yang cepat kering (sawah), pada saat tertentu air tergenang dan disaat lain mengalami kekeringan. Hewan-hewan yang hidup ditempat itu mempunyai kemampuan adaptasi khusus untuk menjaga keseimbangan fisiologis tubuhnya . Udang dan ketam mempunyai cangkang yang tersusun dari khitin, yang menahan penguapan jika lingkungan hidupnya mernjadi kering
Di atas telah diuraikan fungsi air bagi hewan .Jumlah air didalam tubuh organisme ada yang mencapai kira –kira 90 persen dari berat tubuh .Jumlah kandungan air itu dijaga agar tidak meningkat atau menurun .Jika cairan tubuh kekurangan air konsentrasi larutan didalam tubuh meningkat .Peningkatan kekentalan larutan itu dapat menghambat reaksi –reaksi metabolisme di dalam sel , serta mengganggu transportasi nutrisi ,sisa metabolisme serta zat-zat lain .Hewan –hewan besar khususnya vertebrata meminum air jika tubuhnya kekurangan air ,kelebihan air dapat diatasi dengan mengeluarkan air dengan melalui ginjal ,kulit dan paru-paru .Beberapa jenis hewan yang hidup ditempat yang kering ,misalnya tikus gurun dan hewan –hewan padang pasir lainnya ,memenui kebutuhan air tidak dengan cara meminum ,tetapi kebutuhan air untuk tubuh nya cukup dipenuhi dengan air yang ada didalam makanannya [Ekert, 1983] Artinya , kebutuhan air hewan-hewan padang pasir cukup terpenuhi dari air yang terkandung didalam makanannya. Beberapa diantaranya menghisap air /kelembaban udara melalui pori-pori tubuhnya Hewan-hewan itu mengatasi kekurangan air didalam tubuhnya dengan osmoregulasi /masuk ketempat-tempat yang lembab /tidak terkena langsung cahaya matahari . Air sangat berperan penting dalam kehidupan mahluk hidup ,baik manusia ,hewan ,maupun tumbuhan yang ada dimuka bumi ini .
  1. Salinitas
Salinitas adalah tingkatan keasinan atau kadar garam terlarut dalam air .Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah.
Estuaria adalah perairan semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut ,sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat tercampur dengan air tawar [Bengen,2000]
Tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasang surut air laut, banyaknya aliran air tawar dan arus laut lainnya ,serta topografi daerah estuari tersebut. Variasi salinitas menentukan kehidupan organisme laut/payau ,hewan –hewan yang hidup di perairan payau [salinitas 0,5 -30 ] hipersaline [40-80 je]atau air garam [salinitas 80 je ] Biasanya mempunyai toleransi terhadap kisaran salinitas yang lebih besar dibandingkan dengan organisme yang hidup di air laut atau air tawar [Supriharyono ,2000]
Organisme yang dapat bertahan terhadap konsentrasi garam mulai dari air berkristal dalam kondisi kehidupan laten [benih ,spora, cyta,] dan mulai dari air destilata sampai salinitas hampir mencapai 300 je dalam kondisi kehidupan yang aktif [Ruenem ,dalam Supriharyono 2000a ] .
Terdapat beberapa spesies yang dapat bertahan hidup pada salinitas diatas 200je seperti brine shrimp ,artemia salina dan lavar dipteran ,ephydra pada estuaria laguna madre. Terdapat paling sedikit 25 spesies hewan yang tahan pada salinitas sekitar 75-80je beberapa diantara spesies tersebut seperti nemopsis bacheri ,acortia tonsa, balanus eburneus ,dan beberapa jenis ikan juga dijumpai pada salinitas terendah 15je .
Hewan –hewan yang toleran pada kisaran salinitas yang luas disebut euryhaline, sedangkan yang toleran pada kisaran salinitas yang sempit disebut stenohaline .Pengaruh salinitas terhadap organisme dapat terjadi melalui perubahan–perubahan total osmocon sentration , relatif proporsi kandungan garam koefisien absorsi dan saturasion gas-gas terlarut ,densitas dan viskositas ,dan kemungkinan juga melalui absorbsi radiasi ,transmisi suara dan konduktifitas listrik .
Pertumbuhan terumbu karang memerlukan kondisi salinitas air yang konstan antara 30-36 je
Kesimpulannya, ternyata antara salinitas dengan hewan mempunyai suatu keterkaitan yang sangat erat satu sama lainnya. Dalam hal ini kita ambil contoh nyata yaitu hewan yang hidup di laut ,seperti ikan laut dan terumbu karang , dengan begitu kita tidak dapat menyepelekan begitu saja peran salinitas dalam kehidupan mahluk hidup di dunia ini khususnya hewan .

  1. Cahaya
Menangkap ikan adalah kegiatan perburuan seperti halnya menangkap harimau ,babi hutan atau hewan-hewan liar lainnya di hutan.Karena sifatnya memburu ,menjadikan kegiatan penangkapan ikan mengandung ketidak pastian yang tinggi ,untuk mengurangi ketidak pastian hasil tangkapan ikan tersebut nelayan sudah sejak lama menggunakan sarana cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan
Sebelum tehnologi elektrical light berkembang dengan pesat seperti sekarang ini, nelayan-nelayan di berbagai belahan dunia menggunakan cahaya lampu obor sebagai alat bantu penangkapan ikan. Awalnya digunakan pada perikanan tradisional di pantai, seperti perikanan pukat pantai, sero dan bagan. Sekarang digunakan pada perikanan purse seine, stick held, deep nets dan lain-lain.
Penggunaan cahaya listrik dalam penangkapan ikan untuk pertama kali dikembangkan di Jepang tahun 1900an, di Indonesia tidak diketahui dengan pasti. Diduga berembang mulai dari Indonesia bagian Timur ke bagian barat Indonesia.
Cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan.
Berkaitan dengan perilku ikan dalam merespon perubahan lingkungan di sekitarnya.
Hampir semua ikan menggunakan matanya dalam aktivitas hidupnya seperti memijah, mencari makan dan menghindari serangan ikan besar atau binatang pemangsa lainnya. Cahaya merupakan faktor utama bagi ikan dalam rangka mempertahannkan hidupnya. Berdasarkan pengetahuan itu, nelayan menggunakan cahaya buatan untuk mendorong ikan melakukan aktivitas tertentu.
Respon ikan terhadap sumber cahaya dibedakan :
  1. bersifat phototaxis positif ( ikan mendekati datangnya arah sumber cahaya)
  2. phototaxis negatif ( ikan menjauhi datangnya arah sumber cahaya)
Ikan jenis phototaxis positif akan berkumpul disekitar cahaya pada jarak dan rentang waktu tertentu. Selain menghindar dari serangan predator, ikan-ikan itu juga mencari makan.
Tingkat gerombolan dan ketertarikan ikan pada sumber cahaya bervariasi antar jenis ikan. Perbedaan itu disebabkan perbedaan faktor phylogenetik dan ekologi, selain oleh karak teristik fisik sumber cahaya, khususnya tingkat intensitas dan panjang gelombangnya. Tidak semua jenis cahaya dapat diterima oleh mata ikan. Hanya cahaya yang memiliki panjang gelombang pada interval 400 sampai 750 nanometer yang mampu ditangkap oleh mata ikan.
Pemanfaatan cahaya.
Pemanfaatan cahaya untuk alat bantu penangkapan ikan dilakukan dengan memanfaatkan sifat fisik dari cahaya buatan itu sendiri. Masuknya cahaya kedalam air, sangat erat hubungannya dengan panjang gelombang yang dipancarkan oleh cahaya tersebut. Semakin besar panjang gelombangnya maka semakin kecil daya tembusnya kedalam perairan. Faktor lain adalah absorbsi (penyerapan cahaya) oleh partikel-partikel air, kecerahan, pemantulan cahaya oleh permukaan laut, musim dan lintang geografis. Dengan adanya berbagai hambatan tersebut, maka nilai iluminasi (lux) suatu sumber cahaya akan menurun dengan semakin meningkatnya jarak dari sumber cahaya tersebut.
Tingkah laku ikan cenderung untuk berkumpul disekitar sumber cahaya.
Lampu bercahaya biru akan menarik ikan, karena panjang gelombang cahaya biru paling pendek, sehingga daya tembusnya ke peraairan paling jauh, sehingga secara horizontal maupun vertikal cahaya tersebut mampu menjangkau luasan yang relatif luas dibanding sumber cahaya tampak lainnya.
Setelah ikan tertarik mendekati cahaya ,ikan-ikan tersebut kemudian dikumpukan sampai pada jarak jangkauan alat tangkap [catchability area] dengan menggunakan cahaya yang relatif rendah frekuensinya secara bertahap cahaya merah digunakan pada tahap akhir penangkapan ikan .
Berkebalikan dengan cahaya biru, cahaya merah yang mempunyai panjang gelombang yang relatif panjang diantara cahaya tampak ,mempunyai daya jelajah yang relatif terbatas .Sehingga ikan-ikan yang awalnya berada jauh dari sumber cahaya [kapal] dengan berubahnya warna sumber cahaya ,ikut mendekat kearah sumber cahaya sesuai dengan daya tembus cahaya merah .Setelah ikan berkumpul di dekat kapal [area penangkapan alat tangkap ]. baru kemudian alat tangkap yang sifatnya mengurung gerombolan ikan seperti purse saine ,sero atau lift nets dioperasikan dan mengurung gerakan ikan dengan dibatasinya gerakan ikan tersebut , maka operasi penangkapan ikan akan lebih mudah dan nilai keberhasilannya lebih tinggi .
Tantangan
Pemanfaatan lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan telah berkembang secara cepat sejak ditemukan lampu listrik . Sebagian besar nelayan beranggapan bahwa semakin besar intensitas cahaya yang digunakan maka akan memperbanyak hasil tangkapan Tidak jarang nelayan menggunakan lampu yang relatif banyak jumlahnya dengan intensitas yang tinggi dalam operasi penangkapan Anggapan tersebut tidak benar , karena masing –masing ikan mempunyai respon terhadap besarnya intensitas cahaya yang berbeda-beda .
Studi terhadap besarnya nilai intensitas cahaya yang mampu menarik ikan pada setiap jenis ikan perlu dilakukan . Hal ini penting ,selain agar ikan target tepat berada dalam area penangkapan ,juga untuk menghindari pengurasan ikan tangkapan dan pemborosan biaya penangkapan .Sebab tidak jarang ,dalam operasi penangkapan ikan dengan alat bantu cahaya ini, ikan –ikan yang belum layak ditangkap [belum memijah] atau bahkan masih juvenile ikut tertangkap Sebagian hasil tangkapan ikan sampingan . bila ini dilakukan terus- menerus ,maka kerusakan sumberdaya ikan tinggal menunggu waktunya .
Oleh karena itu ,banyak sekali kajian –kajian yang telah dilakukan selalu merekomendasikan untuk penghapusan alat tangkap yang menggunakan alat bantu ini Hal ini disebabkan tingginya tingkat ketidakselektifan alat tangkap yang menggunakan lampu Dalam operasi penangkapan ikan. merupakan pekerjaan besar bagi perekayasa alat penangkapan ikan ke depan untuk membuat alat tangkap yang mampu menseleksi hasil tangkapannya sehingga mengurangi hasil tangkapan sampingan .

  1. Tanah bagi hewan
Tanah sangat bermanfaat bagi hewan karena tanah merupakan sebagai tempat bagi mahluk hidup untuk melanjutkan hidupnya .Peranan tanah sangat besar sekali bagi mahluk hidup khususnya hewan .Dalam peranan tanahlah yang menjadi foktor utama dalam kehidupan hewan. Di dalam tanah ini hewan sangat bergantung sekali tetapi keadaan tanah menjadi permasalahan. Sebab dengan keadaan tanah yang subur dan tidak subur menjadi unsur pertama dalam perkembangbiakannya Dengan tanah yang subur memungkinkan mudahnya semua mahluk hidup untuk pencarian makanan. Sedangkan tanah yang tidak subur kemungkinan sulit sekali utntuk mengembangkan diri sebab hewan juga harus membutuhkan mahluk hidup lain seperti tumbuha,hewan- hewan dan mahluk hidup lainnya. Selain tanah digunakan sebagai tempat dan mencari makanan tanah juga sebagai penyediaan air. Dimana air juga berpengaruh bagi kehidupan Tanah yang mampu menampung air lebih lama memungkinkan hewan mudah berkembangbiak .
Namun dengan keadaan tanah sekarang hewan –hewan jenis tertentu sudah hampir punah / langka karena tanah sekarang banyak yang rusak akibat pengaruh berbagai unsur iklim. Tetapi tidak sedikit pula yang dipercepat oleh tindakan atau perlakuan manusia sehingga hewan sulit untuk berkembangbiak karena kurangnya tempat berlindung , sulit makanan dan air .
Kesimpulannya berdasarkan apa yang sudah diuraikan tentang tanah bagi hewan maka dapat disimpulkan bahwa ;
  • Tanah sangat penting bagi hewan karena tanah merupakan sebagai tempat bagi mahluk hidup untuk melanjutkan hidup
  • Tanah adalah salah satu sistem bumi yang bersama dengan sistem bumi yang lain , yaitu air alami dan atmosfir , menjadi inti fungsi perubahan dan kemantapan ekosistem .

  1. Kelembaban
Kelembaban adalah konsentrasi uap air diudara, angka konsentrasi ini dapat di ekspresikan dalam kelembaban absolut dan kelembaban spesifik atau kelembaban relatif. Alat untuk mengukur kelembaban dinamakan Higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembaban udara dalam sebuah bangunan,
  • Kelembaban absolute dapat didefinisikan dari uap air pada volume tertentu bercampur udara atau gas umumnya dinyatakan dalam gram/ meter kubik.
  • Kelembaban spesifik adalah metode untuk mengukur jumlah uap air diudara dengan rasio terhadap uap air diudara kering , kelembaban spesifik diekspresikan dalam rasio kilogram uap air.

.Pengaruh kelembaban pada hewan
  1. Pada burung ( Aves )
Bagi jenis burung pada umumnya kelembaban tidak terlalu berpengaruh namun pada jenis burung walet atau seriti kelembaban udara sangat berpengaruh. Habitat walet adalah tempat yang lembab .
Kelembaban ini mempengaruhi populasi walet, insting walet untuk kawin, produksi sarang, kualitas sarang, penetasan telur dll. Kelembaban habitat walet adalah pada suhu antara 26 – 29 derajat celcius dan pada kelembaban antara 80 – 90
  1. Pada mamalia
Kelembaban berpengaruh besar terhadap mamalia jenis sapi perah terutama pada masa laktasi atau disebut juga produksi susu. Supaya sapi perah dapat berproduksi tinggi, sapi harus dipelihara pada kondisi lingkungan yang nyaman ( comfort zone ) dengan batas maksimum dan minimum temperatur dan kelembaban lingkungan pada thermo neutral zone. Di luar kondisi ini sapi perah akan mengalami stress, stress yang banyak terjadi adalah stress panas. jika sapi tetap berada pada temperatur humidity diatas normal maka sapi akan mengalami penurunan produksi susu.
  1. Pada Serangga
Serangga adalah hewan dari kelompok invertebrata, kelas insecta, serangga mempunyai spies terbanyak ciri – ciri serangga adalah ;
  • Kaki 3 pasang yang terdapat pada bagian tubuh toraks
  • Tubuh dibagi menjadi 3 bagian yaitu ; kepala, toraks, dan abdomen .
  • Rangka tubuh terdapat diluar yang disebut rangka luar dan merupakan kulit yang keras.
Pengaruh kelembaban pada serangga yang nyata terlihat adalah habitat serangga, Serangga senang hidup pada daerah yang lembab ,dan cahaya kurang serta suhu yang relativ cukup. Contohnya adalah rayap yaitu jenis ordo isopteran dengan 7 famili rerminidae atau jenis serangga pemakan kayu ( yang mengandung solusa ). Rayap ini hidup berkoloni, rayap ini tidak bertahan pada cahaya, suka tukar menukar makanan dengan individu lain dan pemakan bangkai hewan sejenis .
Faktor yang mendukung perkembangan rayap ;
  • Tipe tanah, rayap menyukai tanah yang liat karena dapat menjaga kelembaban .
  • Jenis vegetasi, rayap menyukai jenis pohon yang akarnya bisa digunakan untuk sarang
  • Lingkungan, yaitu rayap akan menjaga tingkat kelembaban udara agar stabil

  1. Amfibi
Amfibi didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang yang hidup di dua alam yakni air dan darat. Pengaruh kelembaban pada amfibi dapat dilihat dari tempat amfibi bertelur. Umumnya amfibi bertelur dan menyimpan telurnya pada tempat yang basah (berair ) dan lembab contohnya kodok.

  1. Suhu
Homeostatis : meliputi empat proses fisik atas perolehan panas dan kehilangan panas pada tubuhnya , yaitu :
  1. Konduksi
Yaitu perpindahan langsung gerakan panas antar molekul lingkungan dengan molekul permukaan tubuh. Panas akan selalu diantarkan dari benda bersuhu lebih rendah , air 50 -100 kali lebih efektif dibanding udara dalam menghantarkan panas. Sebaliknya , faktor tiupan angin memperburuk ketajaman suhu musim dingin yang sangat dingin .
  1. Radiasi
Yaitu pancaran gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh semua benda yang lebih hangat dari suhu absolut (nol) termasuk tubuh hewan dan matahari
  1. Evaporasi atau penguapan
Yaitu kehilangan panas dari permukaan cairan yang hilang beberapa molekulnya yang berubah menjadi gas . Evaporasi air dari hewan memberi efek pendinginan yang signifi kan pada permukaan hewan itu.
  1. Konveksi
Yaitu perpindahan panas melalui pergerakan udara atau cairan melewati permukaan tubuh ,seperti ketika tiupan angin menghilangkan panas deari prmukaan tubuh hewan yang berkulit kering.
Selain itu, homeostatis juga dipengaruhi oleh proses metabolisme dimana hewan eksotermik mendapatkan sebagian besar panas tubuhnya dari sekitar lingkungan dengan empat proses diatas. Hewan endotermik mendapat sebagian besar panas tubuhnya dari proses metabolisme .Contoh hewan eksotermik yaitu ; sebagian invertebrata ,ikan amphibia dan reptilia sedangkan hewan endotermik yaitu ; mamalia ,burung , beberapa ikan dan sejumlah besar serangga Pada hewan eksotermik proses mendapatkan panasnya yaitu terlihat pada ketika kadal terkena sinar matahari maka suhu tubuhnya akan lebih tinggi dibanding dengan kadal yang tidak terkena sinar matahari , dan suhu tubuh hangat pada hewan endodermik setelah hewan itu beraktifitas , merupakan bukti bahwa terjadi proses metabolisme dalam tubuhnya.




  1. Unsur Manusia
Unsur manusia sebagai salah satu fenomena geografi mempunyai hubungan timbal balik dengan hewan. Manusia dapat menjadi unsur perusak, ancaman dan pemusnah hewan sekaligus menjadi unsur pemelihara, pengembangbiak dan pelestari hewan. Peranan terakhir ini diwujudkan dalam usaha penelitian, peternakan, penangkaran dan perlindungan . Untuk melindungi dan melestarikan hewan, manusia membuat taman nasional, cagar alam, suaka alam dan suaka margasatwa
  1. Pengertian Margasatwa
Dunia Margasatwa tidak lepas dari peran suaka alam , suaka alam tergolong kedalam salah satu bentuk konservasi sumberdaya hayati yang dilakukan dalam kawasan. Suaka alam merupakan kawasan di daratan dan perairan yang memiliki ciri khas yang berfungsi utama sebagai perlindungan dan pengawetan keanekaragaman spesies tumbuhan dan hewan serta tata lingkungan. Suaka alam merupakan usaha konservasi flora dan funa secara umum yang mencakup cagar alam dan suaka margasatwa.
Suaka margasatwa merupakan kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman atau keunikan jenis satwanya. Jadi suaka margasatwa adalah suaka alam bagi kelangsungan hidup satwa tertentu agar tidak punah. Usaha pembinaan terhadap habitat satwa tertentu dilakukan dengan menjaga lingkungan biotik dan abiotik Di kawasan satwa tersebut agar tidak mengalami gangguan /kerusakan, misalnya suaka margasatwa Ujung kulon merupakan habitat badak bercula satu .
Disamping cagar alam terdapat cagar biosfer yang meliputi kawasan yang di budidayakan secara profesional sehingga perubahan atau tingkat kerusakannya sangat sedikit .Wilayah yang dapat dijadikan sebagai cagar alam untuk kelestarian margasatwa antara lain :
  • Memiliki keanekaragaman yang besar dan khas .
  • Memiliki sifat khas yang tidak dimiliki oleh tempat lain .
  • Memiliki tata lingkungan tertentu.
  • Memiliki batas wilayah yang jelas sehingga efektifitas pengelolanya tinggi.
  • Memiliki ekosistem yang masih asli.

  1. Fungsi Cagar Alam dan Suaka Margasatwa
Cagar alam adalah daerah perlindungan dan pengawetan alam yang mengandung jenis hewan yang populasinya berada dalam keadaan kritis. Daerah ini dinyatakan tertutup bagi semua orang , kegiatan yang dapat dilakukan dicagar alam hanya pengawasan dan penelitian yang khusus dilaksanakan untuk pembinaan daerah tersebut.. Cagar alam pada umumnya berupa daerah yang luasnya terbatas , contohnya adalah cagar alam Sempu, yang terletak di Lautan Hindia dengan jarak kira –kira 500 m dari daerah Pulau Jawa . lokasinya kira – kira 67km disebelah selatan kota Malang. Cagar alam ini hanya mempunyai luas tidak lebih dari 800 hektar.
Keberadaan margasatwa sebagai sumber daya hayati bagi manusia juga memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekologis. Dilain pihak kebutuhan manusia akan sumber daya hayati terus bertambah sejalan dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk serta kemajuan tingkat kebudayaan manusia. Oleh karena itu pemanfaatan sumber daya hayati khususnya keberadaan margasatwa yang melebihi daya dukungnya , akan menyebabkan sumber daya hayati tersebut terancam rusak bahkan punah .
Mengingat pentingnya sumber daya hayati maka keberadaan suaka alam baik dalam bentuk cagar maupun suaka margasatwa mutlak diperlukan. Dengan kemajuan ilmu dan tehnologi , manusia selalu berupaya meningkatkan manfaat dari margasatwa secara optimal. Untuk itu diperlukan berbagai macam kegiatan penelitian yang secara tidak langsung ikut menunjang upaya pemanfaatannya. Oleh karena itu maka fungsi cagar alam dan suaka margasatwa makin luas , fungsi ini bukan sekedar melindungi beberapa jenis margasatwa yang teracam punah, tetepi juga memiliki tujuan pendidikan dan untuk kepentingan penelitian, disamping untuk tujuan sosial, ekonomi dan budaya .
Adapun fungsi cagar alam dan margasatwa adalah sebagai berikut ;
    • Melindungi fauna ( margasatwa ) dari kepunahan .
    • Menjaga kesuburan tanah .
    • Mengatur tata air .
    • Menjadi tempat / obyek wisata .
    • Menambah sumber devisa bagi negara .
    • Menjadi tempat belajar di lapangan .
    • Menjadi tempat penelitian .

  1. Persebaran Cagar Alam dan Suaka Margasatwa .
Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari pulau – pulau yang besar dan kecil. Pada pulau – pulau kecil yang jaraknya jauh dari pulau lain memungkinkan adanya suatu kelompok margasatwa. Selama habitatnya tidak terganggu maka keberadaan margasatwa akan tetap lestari tetapi lain halnya jika habitatnya terganggu maka akan terjadi ancaman kepunahan. Bagi pulau – pulau yang besar ancaman kepunahan atau karusakan bagi kelompok margasatwa tertentu lebih disebabkan oleh perilaku manusia terutama pada kawasan padat penduduk yang sering menimbulkan gangguan terhadap habitat margasatwa yang terdapat disuatu tempat .
Kenyataan menunjukan bahwa jumlah satwa yang dinyatakan langka semakin bertambah, berdasarkan data yang ada pada tahun 1931 terdapat 36 hewan langka, tahun 1970 menjadi 50 , tahun 1980 menjadi 179 dan tahun 1991 menjadi 218 .
Direktorat Jendral Perlindungan dan Pengawetan Alam ( PPA ) Departemen Kehutanan merencanakan 10% ( 18,7 juta ha ) hutan diperuntukan sebagai areal konservasi termasuk didalamnya cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional dan hutan lindung. Dewasa ini terdapat lahan – lahan yang khusus untuk taman nasional dan hutan lindung diantara 320 tempat untuk hutan lindung dan taman nasional sebagian terdapat di Sumatera, Papua , Jawa , Kalimantan dan Sulawesi .
Taman nasional dan hutan lindung merupakan perpaduan antara tiga unsur konservasi alam yaitu ;
  • Perlindungan sistem penyangga kehidupan .
  • Pengawetan jenis tumbuhan atau satwa.
  • Pelestarian pemanfaatan sumber daya hayati dan tata lingkungan .
Oleh karena itu, sejak tahun 1980 beberapa kawasan cagar alam atau suaka margasatwa telah diubah statusnya menjadi taman nasional, lalu pada saat kongres taman nasional ke III bulan Oktober 1982 ditetapkan adanya sebelas taman nasional baru .
Taman nasional adalah daerah perlindungan alam yang kondisi habitatnya sudah terbina sedemikian baik sehingga jenis – jenis hewan langka dapat berkembang dengan baik. Populasi dari jenis hewan langka itu meningkat ke tingkat kelangkaan yang lebih tinggi jika tidak dikendalikan. Populasi dari beberapa jenis hewan dapat meledak sehingga membahayakan populasi jenis hewan yang lain , misalnya populasi kerbau liar di taman nasional Baluran pernah meledak sampai membahayakan populasi hewan herbivora lainnya. Populasi kerbau itu dikurangi untuk menjaga kestabilan ekosistem di taman nasional tersebut. Kerbau – kerbau yang diijinkan ditangkap, kemudian diberikan kepada peternak yang dipandang mampu membudidayakannya . Taman nasional tidak hanya merupakan tempat yang terbatas untuk perlindungan jenis hewan langka tetapi juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Namun kegiatan rekreasi yang dilakukan di batasi hanya pada pengamat hewan dan lingkungan sekitarnya.
Saat ini ada kira – kira 1100 taman nasional didunia. Taman nasional itu tersebr di 120 negara. Globalisasi taman nasional itu terpacu oleh terciptanya taman nasional milik pemerintah USA pada tahun 1912 ( Miller 1996 ) namun hampir semua taman nasional itu mendapat ancaman dari sekitarnya. Di negara – negara yang kurang maju taman nasional sering dimasuki secara ilegal oleh orang – orang yang ada disekitarnya untuk mencari kayu, memetik bahan makanan dari tumbuhan, memburu binatang dan lain – lain Sebagai contoh ,taman nasional Baluran dan cagar alam Merubetiri merupakan daerah konservasi sumber daya alam yang meliputi ekosistem darat dan ekosistem laut . Pantai taman nasional Baluran kaya akan nener ( bibit ikan bandeng ), tetapi kekayaan itu terancam oleh pencari nener. Sementara pantai cagar alam Merubetiri yang merupakan tempat bertelur bagi penyu mendapat ancaman dari penduduk sekitar yang mencari telur penyu , sekaligus menangkap penyu jika menemuinya .

  1. Penyebab Kelangkaan Hewan
Langkanya hewan tentu ada sebab-sebab tertentu, yang antaralain sebagai berikut:
  1. Daerah yang dapat dihuninya langka atau terlalu kecil. Kondisi fisika kimiawi yang tidak biasa ada di alam dapat menyebabkan fauna mengkhususkan diri untuk kondisi yang langka.
  2. Tempat yang dapat dihuni hanya bersifat sebentar saja atau tempat yang dapat dihuni itu di luar jangkauan kisaran sebaran.
  3. Spesies lain menyebabkan tempat itu tidak dapat dihuni dengan memusnahkan spesies yang pertama menghuninya dengan pengucilan atau pemangsaan.
  4. Ketersediaan sumber daya rendah misalnya makanan, tempat yang aman, dan sebagainya. Sebagai contohnya sumber daya makanan vertebrata pemakan daging kurang melimpah dari pada makanan mahluk mangsa, baik burung ataupun mamalia pemangsa lebih langka dari pada populasi yang mereka mangsa.
  5. Keragaman genetic di antara anggotanya membatasi dan menjadikan sempitnya kisaran daerah yang dapat dihuninya.
  6. Plastisitas Fenotofik individu di dalamnya membatasi kisaran daerah yang dapat dihuniya.
  7. Kompetitor, pemangsa, parasit atau manusia kolektor menyebabkan populasi spesies berkurang.
  8. Populasi local ( ditempat jenis hewan berada ) kecil atau jenis hewan tersebut tidak dominan.
  9. Fragmentasi habitat
Seperti pembuatan jalan, pengembangan daerah pertanian dan pembuatan daerah pemukiman di lingungan habitat yang luas tidak menghilangkan habitat secra keseluruhan. Pemisahan itu menyebabkan habitat terpecah kecil-kecil sehingga hewan terkungkung di lingkugan yang sempit dan tidak bisa berkembang biak secara optimal.
  1. Pemburuan komersial
Pemburuan komersial adalah pemburuan binatang sebagai upaya untuk memperoleh penghasilan, bukan untuk rekreasi. Pemburuan tersebut bersifat menangkap atau membunuh binatng buruan sebanyk-banyaknya.

  1. Macam-macam Satwa Langka di Indonesia

Bertepatan dengan hari tritura yang ke-27 tanggal 10 Januari 1993 ditetapkan tiga satwa langka sebagai satwa nasional oleh presiden republik Indonesia saat itu. Yang antara lain :
  1. Satwa nasional : Komodo
Satwa darat Komodo ditetapkan sebagai satwa nasional. Biawak Komodo merupakan satwa darat yang sangat popular di Indonesia maupun di luar negeri. Hal yang membanggakan bahwa satwa ini hanya hidup di Indonesia.
  1. Satwa pesona : Ikan Siluk Merah
Satwa tirta ikan Siluk Merah ditetapkan sebagai satwa pesona dimana di kalangan rakyat Indonesia sangat popular terutama di kalangan pecinta ikan hias.
Keistimewaannya antara lain :
  • Geraknya indah mempesona
  • Susuna fisiknya besar dan mengkilap yang merupakan daya pikat lain dari ikan hias ini
  1. Satwa langka : Elang Jawa
Satwa dirgantara Elang Jawa ditetapkan sebagai satwa langka yang ukurannya besar. Burung Elang Jawa merupakan salah satu spesies dan nama belakang jenisnya diberikan untuk menghormati orang yang pertama kali meniliti burung ini yaitu Hans Bartels.

Selain ketiga satwa langka yang ditetapkan sebagai mascot nasional tersebut, terdapat satwa-satwa langka lain yang diantaranya :
  1. Kucing Congkok ( celis bensalensis)
            • Merupakan kucing liar yang mirip dengan kucing kampong
            • Warna : kekuningan dengan bintik hitam di seluruh tubuh bagian atas termasuk ekor
            • Hidupnya : nokturnal atau aktif di malam hari dan terrestrial
            • Makanan : mamalia kecil dan serangga besar
  1. Amfibi tak berkaki (ichtyopis glutinosa)
            • Merupakan sejenis amfibi atau katak, dan tidak berkaki, mulut dan matanya jelas, terdapat garis kuning pada kedua sisi bagian tubuhnya
            • Hidupnya : di tanah yang becek, di sekitar air yang tidak terlalu deras dan berlumpur
  1. Katak Bertanduk tiga (megophyris nasuta)
Merupakan jenis yang dapat di jumpai di Sumatera
  1. Kucing Emas (Catopuma temminckii)
            • Ukuran tubuh cukup besar
            • Panjang tubuh mencapai 1,3 meter dan berat 15 kilogram dan diketahui ada di TNBG
  1. Jalak Bali (Leucopsar rothscilldi)
            • Populasinya ada dalam kondisi menghawatirkan, terdapat di Bali
            • Merupakan mahluk tersisa penghuni bumi
  1. Landak (Hystrix brachyuran)
            • Merupakan jenis mamalia yang unik dengan duri-duri di bagian belakang tubuhnya
            • Cara melindungi diri : menegakan duri-durinya hingga tampak dua kali lebih besar
            • Hidupnya : di atas tanah, di hutan dataran rendah dan pegunungan, di lubang yang di galinya
  1. Burung Lophura Inomata (Salvadori pheasant) dan pittaschneidereii
Carpococcyx radiceus
Terdapat di Sumatera, jenis ini ditemukan pertama kali di provinsi Bengkulu
  1. Burung Rangkong
            • Merupakan burung-burung penghuni puncak kanopi hutan
            • Bentuk tubuh : terdapat tonjolan di kepala yang menyerupai cula badak

  1. Harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae)
Merupakan satu-satunya dari tiga jenis harimau yang pernah dimiliki Indonesia. Dua jenis lainnya yaitu harimau jawa dan harimau bali.
  1. Tapir ( Tapirus indicus)
  • Merupakan jenis satwa yang sangat khas dengan warna tubuhnya yang hitam dan putih.
  • Hidupnya: di hutan primer khususnya di wilayah Sumatra
  • Persebarannya kearah utara tidak melampaui Danau Toba
  1. Kambing Hutan ( Naemorhedus sumatranensis)
  • Merupakan satwa yang sangat tangkas dan sering memanjat dengan cepat dilereng terjal.
  1. Babirusa (Babyrousa babirussa)
  • Terdapat di sekitar Sulawesi, pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku.
  • Habitat: di hutan hujan tropis
  • Makanan: tumbuh-tumbuhan, buah-buahan seperti; jamur, mangga dan dedaunan.
  • Panjang tubuh 87-106cm, tingginya 65-80cm, beratnya mencapai 90 kg.
  • Hidupnya berkelompok, Taringnya panjang mencuat keatas untuk melinuingi matanya dari duri rotan.
  • Babirusa betina melahirkan 1-2 ekor satu kali melahirkan, masa kehamilannya berkisar antara 125-150 hari, usia dewasa seekor babirusa 5-10 bulan dan dapat bertahan hingga 24 tahun.
  1. Orang Utan
  • Bentuk Tubuh: gemuk dan besar, berleher besar, lengan panjang dan kuat,
Kaki pendek dan tidak punya ekor, kepala besar, melut tinggi. Pelipisnya gemuk, inderanya sama dengan manusia, susunan jari-jarinya mirip manusia.
  • Ukurannya: 1-1,4 m untuk jantan
  • Tubuh orang hutan diselimuti rambut merah kecoklatan.
  • Habitat: hutan hujn tropis Asia Tenggara yaitu di pulau Borneo dan Sumatra di wilayah bagian Negara Indonesia. Biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan.
  • Termasuk hewan omnivora Makanannya: buah-buahan, daun-daunan, biji-bijian, kulit kayu, bunga-bungaan, tunas tanaman, serangga, hewan kecil lainnya.
  • Cara bergerak: bergerak cepat dari pohon-kepohon, dengan cara berayun dibatang pohon.
  1. Owa Jawa
    • Merupakan salah satu hewan yang paling langka di pulau Jawa.
    • Habitat: dikawasan hutan dan pegunungan di pulau Jawa.
  1. Lima jenis kucing langka
  • Macan Dahan ( Neofelis nebulosa )
    • Merupakan jenis kucing semi arboreal
    • Ditmukan di dari himalaya ke selatan sampai Sumatera dan Kalimantan.
    • Warna dasar kuning keemasan yang diselingi dengan bercak hitam besar di punggungnya, dan berganti menjadi bintik hitam di kakinya, kemudian lingkaran-lingkaran gelap di sepanjang ekornya.
    • Warna yang demikian memudahkan hewan ini untuk bersembunyi dalam terang maupun gelap.
    • Makanan: monyet, anak orang hutan, babi hutan, rusa, landak, dan ikan.
    • Macan Dahan tidur diatas pohon.
  • Harimau Sumatera ( Panthera tigris sumatrae), Kucing Emas ( Catopuma temminckii ), Kucing Batu ( Pandofelis marmorata ), dan Kucing Cuwuk ( Prionailurus bengalensis ).
  1. Kura-kura Belawa
  • Merupakan jenis langka yang sangat unik seperti halnya satwa komodo di pulau Komodo Nusa Tenggara Timur.
  • Ditemukan di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon dan Kuningan.
    • Tekstur fisik dan kulit tempurungnya sangat berbeda dengan kulit tempurung umumnya kura-kura dunia. Bila kura-kura secara umum kulit tempurungnya cembung, maka kurakura Belawa cekung.
  • Keunikannya: pada bagian cekungan tedapat guratan-guratan yang dari jauh terlihat seperti tubuh bagian belakang manusia.
  • Kura-kura Belawa diyakini sebagai kura-kura dari jenis purba yang usianya bisa bertahan mencapai 1.100 tahun.
  1. Badak Jawa (Rhinoceros sondaricus )
  • Merupakan mamalia yang paling langka didunia.
  • Warna: abu-abu kehitaman, bercula satu, panjang kurang lebih 25 cm, beratnya 900 – 2300 kg, panjang tubuhnya 2-4 m, tingginya mencapai 170 cm, kulitnya mempunyai sejumlah lipatan yang lepas yang memberikan kesan penampakan lapis saja, biboir atas meruncing dan bisa digunakan untuk meraih makanan da membawanya ke mulut.
  1. Enggang Gading ( Buceros Vigil )
  • Jenis burung ini teriakannya panjag dan keras, mempunyai bulu ekor yang panjang sepanjang ukuran tubuhnya.
  • Burung ini mempunyai sarang yang aneh.
  • Sebelum induk enggang betelur,pejantan dan betinanya menutup sarangnya dengan ranting, kemudian betina menjantuhkandirinya kedalam sarang tersebut.
  • Makanannya: buah-buahan tetapi makanan utama mereka adalah buah ficus atau beringin pencekik yang m,erupakan tumbuhan epifit dan umumnya merupakan pohon komersial.
  1. Bekantan ( Nasalis lavatus )
    • Bekantan jantan mempunyai hidung yang mancung dan berwarna merah.
    • Ditemukan disepanjang tepi sungai, hutan mangrove, tepian sungai, hutan rawa gambut, disepanjang sungai bagian barat dataran rendah.
    • Hidupnya berkelompok di sekitar sumber makannnya.
    • Makanan: daun-daunnan, buah-buahan.
    • Memiliki kemampuan berenang denga baik
  1. Beruang Madu ( Helarctos malayanus )
  • Ditemukan di sepanjang Burma sampai Thailand, Semenanjung Malaysia dan Sumatera.
  • Merupakan satu-satunya familiy Ursidae di Kalimantan.
  • Beratnya antara 50-60 kg dan tinggi pada saat berdiri 1,2 m.
  • Warna: hitam cemerlang dan sedikit warna muda di muka dan diatas dagu.
  • Memiliki kemampuan memenjat dengan baik.
  • Hidup diatas tanah maupun diatas pohon, dimana mereka membuat sarang seperti orang hutan.
  • Makanan: sarang lebah madu, dedaunan, hewan kecil, buah, dan bagian dalam yang lunak dari pohon palem atau nipah kelapa.
  • Hewan ini umumnya tidak berbahaya, penciumannya tajam, tetapi tidak dapat melihat dan mendengar dengan baik.


      1. Daftar Nama Binatang Langka Yang Dilindungi Di Indonesia

Berikut ini adalah daftar nama hewan yang dilindungi oleh hukum di Indonesia. Dilarang memelihara binatang tersebut tanpa persetujuan pihak yang berwenang. Pada umumnya habitat dari hewan yang dilindungi adalah cagar alam, di mana daerah cagar alam tersebut tidak boleh terusik dan terisolasi dari campur tangan kepentingan manusia:.
- Alap-Alap - Burung Gosong - Jalak Bali
- Anggang - Burung Kipas - Jalak Putih
- Anoa - Burung Kipas Biru - Jantingan
- Babi Rusa - Burung Luntur - Jelarang
- Badak Jawa - Burung Maleo - Julang
- Badak Kalimantan - Burung Madu - Juna
- BadakSumatera - Burung Mas - Kahau Kalimantan
- Bajing Tanah - Burung Merak - Kakaktua Hitam
- Bangau Hitam - Berung Paok - Kakaktua Kuning
- Banteng - Burung Sesap - Kakaktua Raja
- Bayam - Burung Titi - Kancil
- Beruang Muda - Burung Udang - Kangkareng
- Beruk Mentawai - Burung Cenderawasih - Kanguru Pohon
- Biawak Ambong - Cipan - Kasuari
- Biawak Maluku - Cubo - Kelinci Liar Sumatera
- Biawak Pohon - Duyun - Kera Tak Berbuntut
- Biawak Togian - Gajah Sumatera - Kijang
- Bimok ibis - Gangsa Batu Sula - Klaces Komodo
- Buaya Taman - Gangsa Laut - Kowak Merah
- Buaya Tawar - Harimau Loreng - Kuau
- Burung Beo Nias - Harimau Sumatera - Kubung
- Burung Cacing - Ibis Hitam - Kucing Hitam
- Burung Dara Mahkota - Ibis Putih - Kura
- Burung Udang - Itik Liar - Kura Gading
- Kuskus - Musang Air - Ular Panana
- Kuwuh - Nori Merah - Walang Kekek
- Labis - Orang Utan Pongo - Walang Kadak
-Labis Besar - Orang Utan / Mawas - Wili-Wili
- Landak Irian - Pelanduk Napu - Monyet Sulawesi
- Lumba - Pengisap Madu - Muncak
-Lumba Air Laut - Penyu Raksasa - Trenggiling
- Lumba - Pesut - Tungtong
-Lumba Air Tawar - Peusin
- Lutung Mentawai - Platuk Besi
- Lutung Merah - Raja Udang
- Macan tutul - Rangkok
- Maleo - Rangkong
- Malu-Malu - Roko-Roko
- Mambruk - Rungka
- Mandar Suiawesi - Rusa Bawean
- Marabus - Sandang Lawe
- Meong Congkok - Sapi Hutan
- Merak - Siamang
- Minata - Suruku
- Monyet Hitam - Tando
- Monyet Jambul - Tapir



















BAB V.Kajian Geografi terhadap Hewan

Kajian terhadap hewan meliputi mamalia, reptilia, aves. pisces dan amphibi. Semua hewan memerlukan tempat hidup yang sering disebut habitat. Berikut uraian tentang habitat.
    1. Habitat
Habitat berasal dari kata habitus dalam bahasa latin yang berarti menempati .Habitat adalah tempat suatu spesies tinggal dan berkembang .Pada dasarnya habitat adalah lingkungan di sekeliling populasi suatu spesies yang mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut .Habitat merupakan lingkungan yang khas dan mantap bagi jenis organisme yang menempati.Yang dimaksud dengan khas adalah kondisi faktor –faktor lingkungan [suhu, kelembaban, tekanan udara, struktur tanah dan lain-lain] serta sumber daya [cahaya, makanan, tempat pembuatan sarang dan lain-lain ] berada dalam keadaan yang menunjang kehidupan suatu jenis organisme sehingga dapat bertahan hidup, tumbuh dan berkembang biak. Didalam habitat yang stabil ukuran populasi mencapai tingkat yang tinggi Kondisi lingkungan dikatakan mantap karena perubahan kondisi – kondisi lingkungan di dalam habitat sangat kecil dan berada dalam batas toleransi jenis organisme.Perubahan kondisi lingkungan lebih besar didalam habitat tetapi bersifat siklik [misal ; perubahan musim ] masih dapat diantisipasi jenis organisme yang menempati misal nya hewan –hewan mengadakan estivasi pada musim kemarau panjang.
    1. Mamalia (Binatang menyusui)
Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu ,yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya ; adanya rambut, dan tubuh yang endoterm atau ‘ berdarah panas ‘ otak mengatur sistim peredaran darah termasuk jantung yang beruang empat . Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus , yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo ,meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai .
Secara filogenetik ,yang disebut mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata [seperti echidna ] dan mamalia therian [berplasenta dan berkantung atau marsupia ]

1. Asal Usul Mamalia
Sebagaimana telah digambarkan ,teori evolusi menyatakan bahwa beberapa mahluk rekaan yang muncul dari laut berubah menjadi reptil dan bahwa burung berasal dari reptil yang berevolusi. Menurut skenario yang sama , reptil bukan hanya nenek moyang burung, melainkan juga nenek moyang mamalia ,namun struktur reptil dan mamalia sangat berbeda , reptil bersisik pada tubuhnya berdarah dingin dan berkembangbiak dengan bertelur , sedangkan mamalia memiliki rambut pada tubuhnya ,berdarah panas, dan berproduksi dengan melahirkan anak .
Sebuah contoh perbedaan struktural antara reptil dan mamalia adalah struktur rahang mereka. Rahang mamalia hanya terdiri dari satu tulang rahang ,dan gigi-gigi ditempatkan pada tulang ini. Rahang reptil memiliki tiga tulang kecil pada kedua sisinya Satu lagi perbedaan mendasar ,mamalia memiliki tiga tulang pada telinga bagian tengah
( tulang martil, tulang sanggurdi, dan tulang landasan ) sedangkan reptil hanya memiliki satu tulang .
Evolusionis menyatakan bahwa rahang dan telinga bagian tengah reptil berevolusi sedikit demi sedikit menjadi rahang dan telinga mamalia , akan tetapi mereka tak mampu menjelaskan bagaimana perubahan ini terjadi. Khususnya pertanyaan utama yang tetap tidak terjawab adalah bagaimana telinga dengan satu tulang berevolusi menjadi telinga dengan tiga tulang , dan bagaimana pendengaran tetap berfungsi selama perubahan ini berlangsung .
Pantaslah tidak pernah ditemukan satu fosilpun yang menghubungkan reptil dengan mamalia ,inilah sebabnya seorang ahli paleontologi evolusionis ,Roger Lewin ,terpaksa berkata “ Peralihan menjadi mamalia pertama yang mungkin terjadi dalam satu saja atau maksimal dalam dua garis keturunan , masih menjadi teka-teki “ .
Selain itu , ketika mamalia tiba-tiba muncul ,mereka sudah sangat berbeda satu sama lain . Hewan- hewan yang berbeda seperti kelelawar , kuda, tikus ,dan ikan paus semuanya adalah mamalia dan mereka semua muncul pada periode geologi yang sama . Mustahil menarik garis hubungan evolusi diantara mereka , bahkan dalam batasan imajinasi yang paling luas sekali pun .
Tulang-tulang vertebrata membentuk rangka dalam (Endoskeleton) yang berfungsi untuk :
    • Memberi bentuk tubuh
    • Menahan dan menegakkan tubuh
    • Melindungi tubuh
    • Sebagai tempat melekatnya otot rangka
    • Sebagai alat gerak pasif
    • Tempat pembentukan sel-sel darah (Hemopoiesis)
Selain menyusui , semua mamalia juga berbulu atau berambut . Bagi mamalia bulu dan rambut sangat berguna untuk melindungi kulitnya dari cedera dan sengatan matahari Bulu juga berfungsi untuk menyimpan panas ,ini tentu sangat berguna bagi hewan yang hidup dikawasan berhawa dingin atau bersalju.
Seperti halnya burung , mamalia adalah mahluk hidup berdarah panas.Disebut berdarah panas karena mamalia mampu mempertahankan kehangatan suhu tubuhnya bahkan pada cuaca dingin sekalipun. Untuk mendapatkan energi panas mamalia memerlukan banyak makanan Didunia ini ada sekitar 5 ribu jenis mamalia , manusia juga termasuk didalamnya.
Manusia ,monyet, kucing dan anjing tergolong dalam mamalia berplasenta.. Disebut begitu karena janin yang di kandungnya tumbuh dan diberi makan melalui plasenta yang terdapat didalam rahim induknya . Plasenta adalah organ khusus yang melekat pada dinding rahim .Organ ini menyalurkan gizi dan zat penting lainnya dari darah si induk ke darah janin Dengan zat makanan ini janin itu tumbuh hingga nantinya siap dilahirkan Ketika si janin lahir plasenta itu keluar dari rahim .
Adapula yang disebut mamalia berkantong contohnya kanguru dan koala. Kedua binatang ini membawa anaknya dalam kantong di perutnya sampai anaknya mampu mandiri.
Tak semua mamalia hidup didarat. Adapula hewan laut yang tergolong mamalia contohnya adalah ;ikan paus dan lumba-lumba. Seperti mamalia lainnya ikan paus juga menyusui anaknya .Biasanya paus menyusui anaknya selama enam bulan atau lebih .
Paus sebenarnya bukanlah tergolong dalam keluarga ikan , seperti hewan mamalia yang lain , ikan paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ;
                1. bernafas melalui paru-paru
                2. mempunyai bulu sedikit hampir tidak ada bagi paus dewasa
                3. berdarah panas.
                4. mempunyai kelenjar susu
                5. mempunyai jantung empat bilik

Pada saat ini , terdapat dua jenis paus ,yaitu ikan paus Odontoceti paus bergigi , dan ikan paus balen. Ikan paus odontoceti yang bergigi merupakan pemangsa yang memakan ikan, sotong, dan mamalia laut serta mempunyai satu lubang pernafasan.
Contoh hewan mamalia :
    1. Penyakit pada mamalia
Banyak penyakit yang menyerang mamalia namun sekarang ini kebanyakan penyakit itu adalah beberapa jenis yang sangat membahayakan manusia maupun hewan dan menyebabkan kematian baik manusia maupun hewan. Hal tersebut sering terjadi di dunia dan disekitar kita kebanyakan tersebut menyerang hewan ternak mamalia seperti sapi, kambing, kerba., Namun banyak pula binatang mamalia dari berbagai jenis yang terserang penyakit dan manusia pun dapat terserang penyakit ini adapun jenis jenis penyakit yang menyerang tersebut antara lain sebagai berikut.
  1. ANTHRAX (Radang limpa)
Anthrax adalah penyakit menular yang biasanya bersifat akut atau perakut pada jenis hewan ternak pemamah biak ataupun mamalia . Penyakit ini menyebabkan kematian pada manusia dan hewan. Manusia rentan terhadap infeksi meskipun manusia serentan hewan Bakteri ini dapat hidup dalam tanah didaerah tropis dan dapat membentuk spora dalam tanah . Spora ini dapat hidup bertahun –tahun dan berkembang didalam tanah dan bila masuk dalam tubuh akan berkembang menjadi bakteri
Penyebab ; Bakteri Bacillus anthracis.
Cara penularannya ; kontak langsung hewan , lewat makanan, lewat minuman, dan pernafasan . Hewan yang terserang ; hewan yang berdarah panas dan manusia
Untuk pengendalian penyakit ini ada beberapa hal yang perlu diketahui ;
1). Daging yang terkena penyakit anthrax tidak boleh dikonsumsi
2). Ternak yang mati harus di bakar
3) Ternak yang terinfeksi harus diasingkan
  1. Septichaemia epizootica / SE (penyakit ngorok)
Penyakit SE adalah penyakit menular yang terjadi pada mamalia disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Penyakit ini biasanya menyerang atau berjalan secara akut .Kadang- kadang bakteri ini bersifat saprofit pada hewan yang berinduk semang sehingga hewan tersebut membawa bibit penyakit yang ada pada tubuhnya. Penyebaran penyakit ini melalui makanan, minuman, sedangkan pada hewan babi biasa ditularkan melalui udara .Penyakit ini menyerang paru – paru, tenggorokan.. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian cepat , berkisar 12 -36 jam setelah terserang parah dengan tanda-tanda pendarahan pada hewan bagian kepala dengan idektifikasinya sebagai berikut ;
1). Pembengkakan yang parah pada bagian kepala, berwarna merah dan kebiru-biruan
2). Demam tinggi , sulit bernafas dan terdengar bunyi ngorok
3). Dalam perut terisi cairan bening warna kuning atau kemerahan
Cara pencegahan / pengobatan;
a). Pengobatan ; melakukan vaksinasi SE
b). Pengobatan dengan antibiotik dan sulfa
  1. FOOTRO (Penyakit radang kuku)
Penyakit ini adalah penyakit yang akut sangat menular pada hewan mamalia.Penyakit ini dapat menimbulkan wabah terutama pada daerah-daerah enzotis dan dapat menyebar kedaerah lain. Penyakit ini ditandai bengkaknya disekitar kuku, kemudian menyerang pada kuku sehingga kuku mengelupas Hhewan tersebut dapat pincang dan lumpuh penyakit ini disebabkan oleh bakteri fusiformis necrophorus dan banyak lagi jasad renik Hewan yang terserang penyakit ini akan mati secara berlahan namun banyak pula para ahli kesehatan hewan menyebut angka kematian pada hewan yang terserang penyakit SE ini sangat tinggi .

  1. LEPTOSPIROSIS
Suatu penyakit hewan menular pada mamalia maupun seluruh hewan liar dan orang, Penyakit ini tersebar diseluruh dunia , disebabkan oleh bakteri dengan bentuk spiral disebut Leptospira Diantaranya bakteri ini menyerang manusia . Penyakit ini terjadi karena adanya kontak langsung dengan air seni atau air ,makanan, yang tercemar air seni Pembawa bakteri adalah tikus. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi pada hati membesar kekuningan dan ginjal bengkak dengan pendarahan. Cara pengobatan ini dengan antibiotik yang sulit dicari dan mahal

    1. Reptilia (Hewan melata)
Reptil adalah sebuah kelompok dari hewan vertebrata ,reptil adalah tetropoda dan juga amniato [ hewan yang embrionya dikelilingi oleh membran amniotik ].
Saat ini reptil mewakili empat ordo , yaitu ;
Ordo Crocodylia ( buaya dan aligator ) 23 spesies
Ordo Rhynchocephalia ( tuatara dari Selandia Baru ) 2 spesies
Ordo Squamata ( kadal, ular, dan amphisbaenians “Worm – lizard”) 7.600 spesies
Ordo Testudinata ( kura – kura dan penyu ) 300 spesies
Reptil memiliki kulit yang bersisik kasar dan berdarah dingin. Umumnya reptil memiliki empat kaki, kecuali pada ular, dimana ia tidak memiliki kaki untuk berjalan, untuk bergerak mereka meliuk – liukan tubuhnya atau bergerak melata. Hidup di darat, air dan di atas pohon. Bereproduksi melalui telur yang dibuahi secara internal, sebagian kecil keluar sudah dalam bentuk anak, sebagian belum, diinkubasi didalam tanah atau di dalam seresah .
Evolusi pada kelas kadal ini bermula dari kadal yang berjalan ditanah. Kemudian dalam mencari makan ia mulai mencoba memanjat pohon. Setelah itu dalam perkembanganya ia mencoba terbang untuk berpindah dari pohon yang satu kepohon yang lainnya Dengan cara meloncat, lama –kelamaan kulit sekitar perut hingga kaki depan membentuk semacam selaput, selaput atau kulit tersebut berfungsi sebagai penahan udara saat berada diudara setelah meloncat, munculah jenis kadal yang disebut kadal terbang .
Habitat reptile adalah tempat yang panas dan kering Untuk itu tempat yang lembab tidak cocok untuk hewan jenis reptil, reptil tergolong jenis vertebrata Pada umunya reptil menggunakan lubang pada tanah sebagai tempat untuk berlindung. Komodo menggunakan bekas sarang burung gosong sebagai tempat untuk bertelur hingga menetaskan telur .
Reptil bisa ditemukan di semua benua kecuali Antartika, walaupun distribusi reptil yang utama hanya didaerah tropis dan sub tropis
Contoh hewan reptilia antara lain :

    1. Aves (Burung)
Ciri utama kelas ini tubuhnya ditutupi oleh bulu-bulu, sebagian kecil anggotanya tidak dapat terbang (kasuari,pinguin,kiwia0. Hewan ini mempunyai sepasang kaki dan dua sayap. Bereproduksi dengan cara bertelur yang dibuahi secara internal, setelah keluar dierami atau diinkubasi di dalam pasir.
Diperkirakan terdapat 8.800 – 10.200 spesies burung didunia. sekitar 1.500 jenis diantaranya ditemukan di Indonesia .Burung pada masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh ,dengan pengecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu – bulunya terutama dibagian sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat, dan bersusun rapat.Bulu – bulu ini juga tersusun sedemikian rupa sehingga mampu menolak air, dan menjaga tubuhnya agar selalu hangat ditengah udara dingin.
Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda – beda warna dan bentuknya , Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau daun , coklat gelap atau burik untuk menyamar ,dll Ada yang berparuh kuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buah yang keras, runcing untuk menombak ikan, pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkap serangga yang terbang atau kecil panjang untuk menghisap nektar Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa , cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang , cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.
Burung
Kerajaan ; Animalia
Filum ; Chordota
Subfilum ; Vertebrata
[tanpa tingkatan] ; Arcosuria
Kelas ; Aves

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang [vertebrata] yang memiliki bulu dan sayap.Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Jenis –jenis burung begitu ber variasi ,mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta yang lebih tinggi dari orang .
Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves .
Berdasar habitatnya ,burung dapat di bagi menjadi
  1. Burung Air
Burung air terbagi lagi atas ;
Burung laut , misal pinguin ,elang laut dll
Burung pantai ,di temukan dalam radius 100 km dari pantai misal burung pelika
Burung air tawar ,antara lain angsa ,flaminggo , belibis ,dsb

  1. Burung Padang Rumput ,misal ; kasuari ,elang kalkun, burung hantu .
  2. Burung hutan misalnya ,Burung cendrawasih ,burung dara,burung nur,i beo dan burung kakatua
  3. Burung Daratan ,antara lain burung layang –layang penghisap madu ,burung elang dll

Berbagai jenis burung antara lain:

    1. Pisces (Ikan)
Ciri utama pisces (ikan) adalah hidup di dalam air, bernapas dengan insang, bereproduksi melalui telur yang dibuahi secara eksternal. Ikan ada yang hidup di air asin dan hidup di air tawar. Berdasarkan hasil penelitian pada fosil-fosil ikan air tawar maka dapat disimpulkan bahwa ikan air tawar adalah asal muasal seluruh binatang i muka bumi ini. Ikan air tawar melalui proses evolusi yang sangat lama dan panjang berubah menjadi ikan air asin ( laut ) dan menjadi binatang yang mampu beradaptasi hidup di air dan daratan (amphibi), menjadi hewan berdarah dingin yang hidup melata (reptil), menjadi hewan tak bertulang belakang (invertebrata), menjadi hewan yang memamah biak dan menyusui anaknya (mamalia), menjadi hewan yang mempunyai bulu dan terbang (aves). Hal tersebut terjadi karena pengaruh iklim (Darlington 1966). Ikan air tawar merupakan golongan pertama (primary division) dalam pembagian klasifikasi binatang. Sedang ikan air ain (ikan laut) merupakan jenis ikan golongan kedua (secondary division).Awal peralihan ikan air tawar hidup di air asin memerlukan memerlukan masa-masa penyesuaian yang lambat dan lama. Bagi ikan yang tidak tahan akan mati dan punah,sedangkan bagi ikan yang tahan hidup mampu menyesuaikan diri lambat laun berubah menjadi ikan air asin (ikan laut) dan selanjutnya berkembangbiak menjadi berbagai jenis ikan laut . Ikan-ikan air tawar yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi air laut dikelompokkan dalam peripheral division.
Demikian pula melalui proses evolusi ikan air tawar yang berasal dan hidup di danau, sungai, saluran-saluran, naik kedarat mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi daratan. Tentu ada yang tidak tahan dan mati. Akan tetapi yang mampu akan merubah organ tubuhnya menjadi hewan yang agak lain dan bahkan kemudian sama sekali lain dengan induk aslinya. Dari tubuhnya muncul embrio kaki, tubuhnya makin besar, pencernaannya berubah dan seterusnya sehingga muncul amphibi, reptil, mamalia dan aves.
Secara sederhana perkembangan evolusi ikan air tawar menjadi berbagai binatang diganbarkan sebagi berikut :
IKAN AIR TAWAR evolusi IKAN AIR ASIN
Evolusi AMPHIBIA
Evolusi REPTILIA
Evolusi AVES
Evolusi MAMALIA
Contoh berbagai jenis ikan yang hidup di Jawa,Kalimantan dan Sumatra

      1. Penyakit pada ikan
Penyakit pada ikan biasanya terjadi karena beberapa faktor antara lain keadaan air, tempat ikan itu berada , jenis makanan Dengan demikian timbulah beberapa penyakit yang menyerang pada ikan . Penyakit-penyakit pada ikan umumnya adalah sebagai berikut :
  1. Penyakit parasiter
Bintik putih ichtyophthirius adalah protozoa yang berbulu getar menyerang ikan pada seluruh jenis ikan terutama pada ikan yang masih kecil. Penyakit ini ditandai dengan kulit bintik putih dan kusam Parasit tersebut berada dibawah epidermis Hal yang menyebabkan penyakit ini adalah kualitas air yang buruk , suhu air rendah (24C) Penularan penyakit ini disebabkan oleh keadaan air dan kontak langsung dengan ikan yang terkena penyakit tersebut. Parasit ini dapat dicegah dengan menaikan suhu diatas 28C namun masih banyak jenis lagi penyakit menyerang ikan yang disebabkan oleh parasit antara lain ; trichodiniasis, myxosporeasis, argulosis namun Semua jenis penyakit ini hampir sama .
  1. Penyakit bakterial
Penyakit Aeromonas sp dan pseudomonas sp penyakit ini termasuk bakteri gram Bakteri ini dapat bertahan lama Semua jenis ikan dapat terserang penyakit ini baik ikan tawar, maupun ikan air asin Gejala yang timbul karena penyakit ini adalah adanya pendarahan pada seluruh bagian ikan dengan bukti sisik terkuak Sering muncul pada permukaan air Perut pada ikan besar / busung .Penyakit ini ditularkan melalui air ,kontak langsung ,melalui alat sisa bagian tubuh ikan, melalui hewan dan tumbuhan air dan bahan organik tinggi Juga perubahan musim panas / kering kemusim penghujan Pada waktu ini bakteri berkembang dan penyakit ini banyak menyerang . Sedangkan bakteri Flexibacter columnaris ini juga bakteri gram penularannya sama dengan bakteri aeromonas Namun pada bakteri ini menyerang sirip dan insang yang rontok Penyakit ini cepat berkembang dan ikan yang terserang penyakit ini cepat mati
  1. Penyakit Viral
Penyakit Channel catfish virus diaese ini disebabkan oleh Herpes Penyakit ini kebanyakan menyerang ikan kecil dibawah 4 bln Penyakit ini tergolong penyakit akut Penyebaran penyakit ini melalui kualitas air yang jelek , suhu air, kontak langsung Penyerangan virus ini pada sirip dan perut yang timbul pendarahan kadang-kadang mata pada ikan menonjol Pada bagian perut timbul cairan warna kuning dan penyakit ini penularannya sangat cepat .

    1. Ampibhi
Amphibi hidup di darat dan di air, merupakan perkembangan lebih lanjut dari ikan air tawar .Oleh karena evolusi amphibi mempunyai alat-alat kehidupan yang sesuai dengan kebutuhan hidup di darat. Misalnya bernafas dengan paru-paru, sepasang bentuk kaki yang berfungsi ganda , untuk berjalan dan berenang.
Amphibi berkulit halus, tipis dan licin serta mengandung kelenjar, belum mempunyai pusat pengatur suhu tubuh. Kekhasan dari katak misalnya, semasa bayi (berudu) ia hidup diair dan berbafas dengan insang (seperti ikan), setelah dewasa menjadi katakbernafas dengan paru-paru sebagaimana layaknya hewan darat. Dengan demikian katak menjadi bukti bahwa memang ada peralihan kehidupan air (ikan) ke dalam bentuk kehidupan darat.
Amphibia merupakan hewan ektotermil dengan laju metabolisme relatif dan metabolisme tersebut sedikit pengaruhnya teradap suhu tubuh normalnya . Kisaran suhu optimum bagi amphibia sangat bervariasi seiring dengan variasi spesies
Sebagai contohnya ; spesies salamander yang menpunyai suhu tubuh rata-rata 7 derajat celcius sampai 25 derajat celcius. Amphibia menghasilkan panas sedikit dan sebagian besar dari mereka kehilangan panas dengan sangat cepat melalui evaporasi dari pemukaan tubuhnya , sehingga amphibia sangat sulit untuk mengontrol suhu tubuh Akan tetapi adaptasi perilaku memungkinkan bagi amphibia untuk beradaptasi dalam waktu yang lebih lama dengan berpindah dari tempat yang satu ketempat yang lain . Yang lebih memungkinkan selain itu ada amphibia yang dapat bertahan dimusim dingin , contohnya pada katak Amerika Utara seringkali menghabiskan musim dingin dalam keadaan sebagian besar tubuhnya membeku , sebagian besar darah dan cairan interstisialnya berubah menjadi es tetapi sel – selnya dan sebuah lapisan tipis air yang mengelilingi sel –sel tersebut tetap dijaga agar tidak membeku. Dengan adanya protein khusus dan kadar glukosa yang tinggi diseluruh tubuh katak itu tanpa pelindung ini kristal es akan merobek dan akan menghancurkan membran sel itu dan katak itu akan mati. Katak itu dapat melewati musim dingin tanpa makan dan laju metabolismenya sedemikian rendah , sehingga sel – selnya dapat bertahan hidup hanya dengan mengandalkan sumber energi yang dimiliki saat mulai membeku ,pada hatinya mensekresikan zat kimia pelindung pembekuan ke dalam darah katak itu , hal tersebut merupakan proses penyesuaian fisik dan homeostatis .
Contoh jenis katak sebagai hewan amphibi ;



















Bab VI
Peranan Hewan bagi kehidupan manusia

Peranan hewan bagi kehidupan manusia sungguh sangat penting, karena hampir di semua aspek kehidupan manusia selalu berkaitan dengan hewan. Bahkan ada teori yang mengatakan bahwa asal muasal manusia atau nenek moyang manusia adalah sejenis monyet. Teori Charles Darwin yang menggegerkan dunia pada lebih se abad yang lalu sampai kini masih menjadi perbedatan tak kunjung selesai. Tentu sebagian besar masyarakat ilmiah menolak teori itu, apalagi para rohaniwan dan agamawan. Sedangkan penyokong teori terus berusaha membuktikan atau mencari bukti bahwa nenek moyang manusia dan monyet adalah mahluk yang sama. Dari sini kedekatan manusia dengan hewan dapat dimak lumi. Uraian berikut menggambarkan peranan hewan bagi manusia yang diambil dari pengalaman kehidupan sehari-hari.
  1. .Sumber makanan
Untuk perkembangan tubuhnya manusia memerlukan nutrisi berupa gizi, baik berasal dari tumbuhan maupun hewan. Bahkan kebutuhan tidak sekedar memenuhi asupan pro tein, tetapi kadang sebagai pemuas nafsu makan orang. Tidak mengherankan bila berba gai jenis makanan berbahan baku hewan ditawarkan oleh restauran-restauran terkenal. Bahkan seorang Kolonel Saunders dari negeri Paman Sam alias Amerika Serikat menye barluaskan ayam gorengnya ke pelosok dunia. Dan anehnya sebagian bangsa Indonesia latah menyantap Fried Chicken alias ayam goreng made in USA dari pada pesan ayam goreng Pak Kromo yang harganya cuma separuh saja. Rupanya kita tidak sadar bahwa dari setiap potong sayap ayam atau paha kita menyumbang orang yang sudah kaya di Amerika Serikat sana dan menambah hutang bangsa.
Bahan makanan yang berasal dari hewan antara lain :
1. Susu, umumnya susu sapi perah yang sengaja dipelihara. Hasil sampingannya adalah keju yang gurih menemani roti untuk sarapan pagi. Sarapan roti dan segelas susu adalah gaya hidup kaum gedongan di kota-kota besar. Padahal bahan baku roti adalah gandum dan kita tidak menanam gandum?
Susu segar disajikan dalam bentuk cair, atau dikalengkan / diawetkan dan ada yang beru pa bubuk. Produk susu sekarang sangat bervariasi,mulai dari susu bayi sesuai umur (un tuk umur 1,2,3 tahun dan 4,5,6 tahun) sampai untuk orang berumur diatas 50 tahun. Bahkan produk susu dibuat untuk penderita diabetes melitus, mencegah keropos tulang dan ada yang bebas kolesterol.
2.Daging, berasal dari unggas (ayam, burung dara, bebek), dari mamalia (sapi,kerbau, kambing,babi) dan berasal dari ikan (ikan air tawar atau ikan air asin). Berbagai makanan terhidang dari daging dapat menambah nafsu makan seseorang. Sate ayam, sate kambing dan jenis-jenis sate lainnya selalu menjadi incaran penggemar kuliner. Daging yang disa yat tipis dan digoreng hingga kering renyah ( Jawa : empal) nikmat bila ditemani sambal terasi yang bahan bakunya udang laut.
3.Telur. Telur ayam adalah makanan sehari-hari yang mudah di dapat dimana saja karena hampir seluruh daerah mengembangkan peternakan ayam petelur. Telur memang mengandung gizi tinggi yang memacu pertumbuhan balita dan mengisi otak si anak sehingga tumbuh optimal. Memberi makan telur kepada balita adalah investasi masa depan karena kecerdasan otaknya mampu mengikuti perkembangan nalarnya.
Telur disajikan dalam berbagai bentuk. Telur mata sapi yang cukup di goreng begitu saya, atau telur dadar yang perlu diaduk-aduk sebelum masuk wajan penggorengan. Telur orak-arik bila menggorengnya dicampur dengan potongan sayur mayur sebagai penambah gizi. Bagi yang tidak suka, boleh menggodog begitu saja, jangan lupa tambah garam supaya hilang rasa amisnya.
Disamping telur ayam, bebek juga menyumbang telurnya untuk dibuat telur asin, burung puyuh memberikan telurnya untuk di buat sate telur burung puyuh. Di kawasan pantai, telur penyu menjadi perburuan karena harganya mahal dan berkashiat tinggi. Kegiatan mengumpulkan telur penyu berakibat terancam punahnya mahluk lucu yang mengilhami film kartun anak-anak. Bagaimana mau berkembang kalau telurnya disantap orang ? Harusnya manusia menciptakan penyu leghorn, agar dapat bertelur terus seperti ayam.
B.Bahan obat-obatan
Obat-obatan dibuat untuk menyembuhkan penyakit. Bahannya dapat diambil dari bahan kimia , tumbuhan atau binatang. Sudah cukup lama manusia mengkonsumsi berbagai jenis binatang untuk menyembuhkan penyakitnya.
Sejak berabad-abad lalu manusia percaya bahwa mengkonsumsi cula badak, taring harimau dan tangkur buaya dapat menyembuhkan penyakit impotensi. Maka perburuan terhadap binatang-binatang itu menjadi tak terkendali. Akibatnya dapat ditebak : Badak Jawa hanya ditemukannya di ujung barat pulau Jawa (tepatnya di Ujung Kulon Banten), bahkan harimau Jawa musnah tak ditemukan lagi jejaknya, sementara buaya tinggal di luar Jawa. Rupanya buaya-buaya Jawa di Bengawan Solo, yang dulu membantu Joko Tingkir, habis dimakan prajurit-prajurit Sultan Pajang yang bernama Sultan Hadiwijaya (nama lain dari Joko Tingkir).
Daging ular dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, seperti juga daging kadal, cecak dan tokek. Minyak bulus juga dapat menyembuhkan gatal-gatal.
Cacing tanah yang di goreng kemudian di buat bubuk, kalau di minum secara teratur dapat mengusir penyakit tipus yang menggerogoti usus besar kita.

C.Perdagangan
Hewan sebagai komoditi perdagangan telah dikenal sejak lama. Hal itu disebabkan kebutuhan akan hewan di suatu daerah tidak dapat dipenuhi sepenuhnya oleh daerah yang bersangkutan . Misalnya daerah perkotaan hampir tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan daging dan telur karena lahannya yang sempit sudah penuh dengan bangunan-bangunan, sehingga tidak tersisa untuk memelihara hewan penghasil daging dan telur. Oleh karena itu orang kota membeli hewan-hewan dari orang desa yang telah memelihara nya. Hal ini menimbulkan profesi pedagang hewan yang tidak harus memelihara, tetapi cukup membeli dan mengumpulkan hewan dari peternak kecil di desa-desa dan setelah terkumpul cukup banyak lalu dijual ke kota.Bagi peternak kecil keberadan pedagang hewan juga menguntungkan, karena kalau mereka hanya menjual satu atau dua ekor hewan (misalnya ayam), maka keuntungannya habis untuk biaya transportasi. Pedagang hewan dari desa biasanya mengantar hewan dagangannya pagi-pagi sekali ke pasar di kota, disana sudah menunggu pedagang pasar yang mengambil beberapa hewan untuk kemudian di jual langsung kepada konsumen. Konsep diferensialsi areal (perbedaan wilayah) dalam geografi diterapkan dalam proses hewan sebagai barang dagangan. Seseorang cukup mengetahui perbedaan antar wilayah, khususnya dalam hal memproduksi hewan, maka jadilah ia pedagang. Profesi pedagang hewan pada masanya cukup terhormat di kalangan perdesaan (Jawa : blantik).
Pada umumnya setiap kota mempunyai area khusus untuk pasar hewan. Paling tidak di bagian belakang pasar umum, biasanya untuk perdagangan hewan. Ayam, bebek, burung dara dijual dalam bentuk hidup. Sedangkan dalam bentuk daging menempati los khusus bersama dengan daging sapi,kerbau,kambing dan babi. Juga berbagai jenis ikan air tawar dan ikan laut. Untuk hewan besar seperti sapi,kerbau dan kuda disediakan Pasar Hewan yang letaknya di pinggir kota.Pasar Hewan mempunyai hari khusus yang diingat-ingat para pedagang. Hari khusus (pasaran) menjadikan pasar hewan sangat ramai pedagang , pembeli dan hewan yang diperdagangkan. Dalam penanggalan Jawa dikenal hari Pon, Wage, Kliwon, Paing dan Legi. Pasar-pasar di Jawa menggunakan hari-hari itu sebagai puncak kegiatan jual beli hewan.
Kadang ada pasar khusus untuk menjual burung, bukan dikonsumsi dagingnya, tetapi untuk dinikmati warna bulu, kemerduan suara, kepandaian meniru bunyi dan kecepatan terbang. Burung-burung itu cukup terkenal dikalangan penggemar seperti burung perkutut, jalak, kenari, merpati, nuri, beo , murai, cucak rowo dan masih banyak lagi.
Harganya pun sangat bervariasi, mulai dari yang sekedar ribuan sampai jutaan rupiah. Hobi atau kesenangan terhadap hewan berakibat harga tidak dapat ditentukan.
Hewan sebagai barang dagangan akhirnya memang sangat bermanfaat bagi banyak orang, selain pedagangnya sendiri tetapi jual bagi peternak kecil, penyedia angkutan dan pedagang kecil di kota serta konsumen.
D.Budaya
Peranan hewan pada budaya sudah terdeteksi sejak ditemukannnya lukisan-lukisan hewan di gua-gua purba. Nenek moyang kita sudah dapat menggambarkan hubungan manusia dengan hewan. Untuk menunjukkan keperkasaan seorang laki-laki maka ia akan mengenakan kalung yang terbuat dari gigi binatang buas .Gigi atau taring harimau menunjukkan kemampuan orang itu membunuh harimau, maka di mata kelompoknya ia mendapatkan martabat yang lebih tinggi.Demikian pula hiasan rumah akan berupa kepala hewan yang telah dibunuhnya. Kursi yang beralaskan kulit hariamau loreng akan menambah wibawa tuan rumah
Cerita yang berbasis kehidupan hewan sangat akrab bagi seluruh rakyat di negeri ini. Mulai dari cerita Kancil Nyolong Timun yang bercerita bagimana kancil dapat menipu anjing, memperdayai buaya sampai mengakali gajah yang besar. Cerita-cerita sangat berkesan sehingga binatang kancil identik dengan kecerdikan. Namun demikian kesombongan kancil yang merasa pintar sendiri dan suka meremehkan hewan lain akhirnya dapat dikalahkan oleh siput dalam lomba berlari. Siput yang kecepatan larinya hanya 1 meter per menit dapat mengalahkan kancil yang dapat berlari 10 meter per menit. Tentu saja siputpun menggunakan akal siputnya, bukan akal bulus. Bulus dan sejenisnya digunakan bangsa Jepang untuk juga membuat cerita rakyat dan sempat terkenal menjadi mode yang mendunia : Kura-kura Ninja. Kalau bangsa Jepang bangga dengan tokoh kura-kura ninja, bangsa Cina bangga dengan tokoh monyet,kerbau dan babi dalam cerita Sun Go Kong si Kera sakti yang mengawal pendeta Budha mencari Kitab Suci. Tokoh Patkay si babi gila asmara dan kerbau bodoh tapi jujur menemani si Kera Sakti Sun Go Kong.
Bangsa Indonesiapun selain mempunyai cerita fabel dengan tokoh utamanya kancil, juga membuat berbagai tokoh hewan lain seperti cerita anak Si Komo ( inspirasinya dari komo
do), Naga Taksaka (ular naga penjaga bumi), 40 buaya penolong Joko Tingkir.
Peranan hewan dalam budaya sangat kental di masyarakat Jawa. Orang Jawa mengguna kepala kerbau untuk memulai membangun rumah atau bangunan umum lainnya (jembatan, bendungan atau pabrik), sedekah untuk penunggu gunung dan laut, serta menyembe
lih ayam,kambing atau sapi dalam acara adat perkawinan dan kematian. Orang Jawa belum merasa terhormat bila belum mempunyai kukila (burung piaraan) dan turangga (kuda tung gangan), selain wisma (rumah),curiga(senjata keris) dan wanita (istri).
Suku-suku bangsa di seluruh Indonesia sangat akrab dengan hewan dalam kehidupan budayanya. Suku bangsa Minangkabau akrab dengan hewan kerbau, lihat saja atap rumahnya bermotif tanduk kerbau. Masyarakat Toraja juga bangga dengan hewan kerbau untuk acara pemakaman keluarganya. Masyarakat Papua dan Dayak menggunakan hiasan kepala dari bulu burung cendrawasih dan burung enggang. Masyarakat Ponorogo bangga dengan burung merak sebagai tokoh Reog Ponorogo. Orang Jawa punya semangat banteng ketaton (terluka). Masyarakat Jawa Barat bangga dengan harimau Siliwanginya dan peranan anjing dalam cerita Sangkuriang. Orang Medan dan Makasar sama-sama menggunakan ayam sebagai ikon kesebelasan sepakbolanya, Medan berjuluk ayam kinantan dan Makasar bergelar juku eja. Kesebelasan Kediri dan Jakarta juga menggunakan hewan yang sama sebagai kebanggaannya yaitu macan putih dan macan kemayoran.
Berbagai Negara juga menggunakan hewan sebagai lambang Negara seperti berikut :
E.Ilmu pengetahuan
Hewan sebagai obyek ilmu pengetahuan memunculkan berbagai disiplin ilmu. Biologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari mahluk hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Hewan dalam biologi disebut pula zoology yaitu cabang biologi yang membahas hewan. Hewan dibedah untuk mengetahui struktur tubuhnya, system aliran daerah, tulang, otot, daging, kulit. Hewan menjadi kajian utama ilmu zoology hingga manusia sangat memahami hewan sebagai mahluk hidup, dari asal muasal sampai jenis-jenisnya.
Ilmu peternakan memperdalam hewan sebagai mahluk hidup yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan manusia. Hewan direkayasa agar lebih cepat berkembang biak, memproduksi telur terus, susunya lebih banyak, tubuhnya lebih berat dan cepat dapat dipotong untuk dikonsumsi dagingnya Ilmu kedokteran hewan memfokuskan kajian pada penya kit-penyakit hewan dan cara pengobatannya, atau mempelajari berbagai bermacam-macam penyakit yang disebabkan oleh hewan. Berbagai binatang menjadi bahan percobaan untuk keperluan kesehatan manusia. Obat yang akan dipakai manusia dicobakan dulu pada tikus atau kelinci. Makanya ada istilah kelinci percobaan. Sebelum manusia berani terbang keluar angkasa maka monyet dulu yang disuruh berkeliling ke orbit.
Hewan tanpa menyadari perannya telah sangat berjasa pada manusia terutama dalam meningkatkan derajat kesehatannya dan mencukupi kebutuhan gizinya.


F.Sumber penyakit dan gangguan
Hewan sebagai sumber penyakit sudah diterangkan pada bab terdahulu. Antara tentang penyakit antraks, penyakit kuku dan penyakit sapi gila. Sesungguhnya masih banyak penyakit yang diderita manusia bersumber pada hewan,antara lain :
  • Gigitan anjing menularkan penyakit rabies yang membuat manusia menderita
  • Nyamuk menularkan penyakit malaria dan demam berdarah melalui tusukannya
  • Ular menyemburkan bisa atau menggigit manusia yang menyebabkan kematian
  • Berbagai macam cacing mengganggu pencernakan manusia, yaitu cacing tambang, cacing pita dan cacing kremi.Cacing gajah menyerang kaki manusia
  • Tinja kucing dapat menyebarkan virus yang menyerang otak manusia
  • Burung menyebarkan virus H5NI yang menakutkan manusia karena belum ada obatnya. Wabah Flu Burung telah menggegerkan dunia dalam tahun-tahun terakhir
Gangguan yang berasal dari hewan antara lain :
  • Ancaman kerusakan tanaman disebabkan oleh gajah, babi, dan tikus
  • Suara bising karena nyamuk menyebabkan manusia sukar tidur
  • Harimau dan beruang yang menyerang manusia kalau habitatnya terganggu
  • Hama wereng, sundap dan berbagai serangga yang mengurangi panenan


BAB. Penutup
Sebagai salah satu fenomena geosfer kedudukan hewan tidak kalah pentingnya dengan kedudukan fenomena yang lain seperti tanah, air, suhu, hujan, angin dan tumbuhan. Konon perbedaan hewan pada manusia hanyalah perkembangan otak yang mampu membuat manusia berfikir, berperasaan dan mengembangkan akal budinya. Seandainya otak manusia tidak berkembang alias sama dengan hewan, maka rasanya mustahil membedakan manusia dengan hewan. Oleh karena itu dalam kemarahannya manusia sering disamakan dengan hewan ketika perilakunya jauh dari yang seharusnya. Sering terdengar makian otak udang bagi yang terlambat mikir, anjing bagi yang suka menjilat , babi yang suka ngawur dan monyet bagi yang sok kuasa. Oleh karena itu diktat ini bermaksud menumbuhkan kesadaran manusia terhadap eksistensi hewan di muka bumi ini. Manusia harus menjaga, melestarikan dan mengembangkan hewan, sebagai sesama mahluk ciptaanNya Terlebih bila manusia sudah secara sengaja memelihara dan merawat untuk berbagai alasan, haruslah tidak menyia-nyiakannya. Bukankah ketika hewan itu terkurung di kandang atau disangkar , ia telah kehilangan kebebasannya untuk mencari makan-minum, bermain, bertemu anak atau induknya. Manusia harus memberi kompensasi sepadan berupa makanan, minum, obat-obatan dan vitamin serta membersihkan kandangnya secara rutin untuk menjaga kebersihan.
Geografi Hewan sebagai salah satu cabang ilmu geografi ingin menyumbangkan kemampuannya dalam mendeskripsi dan menganalisa hewan, sehingga manusia dapat merawat, menjaga, melestarikan dan memanfaatkan hewan tanpa mengancam kehidupan hewan itu. Dengan kata lain Geografi Hewan juga mencita-citakan dunia yang seimbang, serasi dan selaras serta berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia. Manusia dan hewan haruslah tidak saling mengancam karena sebagai sesama mahluk di muka bumi dan sesama ciptaan Tuhan patut menjaga bumi sebagai ruang hidup bersama

Daftar Pustaka

Djamari.Prof.Dr dkk.1997.Flora dan Fauna wilayah Indonesia. Jakarta : Universi
tas Terbuka
Pielou.E.C. 1979.Biogeography. New York : John Wiley & Sons
Paidi Kiswosumarno dkk.2004. Panduan Satwa. Yogyakarta :KRKB Gembira Loka Sutikno Prof.Dr.2003 Pengantar Geografi, Jakarta : Depdiknas
Mac Kinnon,Kathy. : Natures Treasurehouse The Wildlife of Indonesia
Kompas, Harian : Artikel-artikel tentang hewan
www.wikipedia.com





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2010

My Writings