Senin, 09 Januari 2012

DEMOGRAFI


BAB I
KONSEP DAN DEFINISI DEMOGRAFI
           
Menurut Philip M. Hauser dan Dudley Duncan (1959, 2), “Demography is the study of the size, territorial distribution and composition of population, changes there in and the components of such changes which maybe identified as natality, mortalitiy, territorial movement (migration), and social mobility (change of status)”. Dalam bahasa Indonesia terjemahanya kurang lebih sebgai berikut, “Demografi mempelajari jumlah, persebaran wilayah, dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya itu yang biasanya timbul karena natalitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial (perubahan status)”.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur penduduk meliputi jumlah, penyebaran dan komposisi penduduk. Struktur penduduk selalu berubah-ubah, dan perubahan tersebut disebabkan oleh proses demografi yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Berbeda dengan ilmu sosial lainnya yang menekankan studinya pada struktur penduduk, maka demografi lebih menekankan studinya pada proses demografi. Ahli demografi mempelajari struktur penduduk untuk lebih memahami proses demografi.
Demografi bersifat analistis-matematis, dan karenanya demografi sering disebut dengan statistic penduduk. Dengan cara-cara perhitungan baru dan pengetahuan baru tentang hubungan-hubungan antara unsure-unsur demografi hakiki (kelahiran, kematian, migrasi, jenis kelamin, unsure, dan sebagainya) maka dapat dibuat berbagai perkiraan-perkiraan jumlah penduduk masa yang akan dating (forward projection), dan jaman yang lalu (backward projection; Iskandar 1977, 8).
BAB II
SUMBER-SUMBER DATA DEMOGRAFI

1.      Sensus Penduduk
Sensus penduduk merupakan suatu proses keseluruhan daripada pengumpulan, pengolahan penilaian, analisa, dan penyajian data kependudukan yang menyangkut anatara lain : cirri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup. Ruang lingkup sensus penduduk mencakup seluruh wilayah geografis satu negara dan seluruh penduduknya. Cara pencacahanya dapat dilakukan dengan mencaccah responden menurut tempat tinggalnya (de jure) dan dengan cara mencacah responden menurut tempat responden ditemui oleh petugas pada waktu pencacahan ( de facto). Agar hasil sensus penduduk dapat dibandingkan anatara beberapa negara, maka disepakati untuk melaksanakan sensus penduduk tiap 10 tahun. Setelah proklamasi sensus penduduk resmi diadakan pemerintah mulai tahun 1961 hingga sekarang tahun 2010.
2.      Registrasi Penduduk
Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh petugas pemerintahan setempat yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal, dan Perubahan pekerjaan. Registrasi penduduk bertujuan sebagai catatan resmi dari suatu peristiwa tertentu dan sebgai sumber data bagi penyusunan statistic yang langsung dapat digunakan dalam proses perencanaan kemasyarakat (N. Daldjuni 1975, 326).
3.      Survai Penduduk
Disamping memberikan data statistic, survai penduduk juga memberikan data tentang sifat dan perilaku penduduk. Biasanya dilakukan dengan sistem sampel atau studi kasus.

file lebih lengkap download di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2010

My Writings