Kamis, 05 Januari 2012

HIDROLOGI


;BAB I
PENDAHULUAN


A. Pengertian Hidrologi
Berbagai macam air dapat kita lihat di sekitar kita, misalnya air sumur, air sungai, air hujan, air rawa, air telaga, air danau, air laut, air es, dan sebagainya. Seperti kita ketahui bahwa permukaan bumi kita ini lebih banyak ditutupi oleh air daripada daratan. Bumi sebagai tempat tinggal merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya yang hampir tiga perempat permukaannya tertutup oleh air, baik air yang ada di darat maupun yang ada di laut. Lapisan air yang menutupi permukaan bumi kita ini disebut hidrosfer. Lapisan air yang menutupi permukaan bumi akan membentuk samudera, laut, rawa, telaga, danau, sungai, tumpukan es, awan, uap, dan sebagainya.
Perairan darat adalah semua bentuk perairan yang terdapat di darat. Bentuk perairan yang terdapat di darat meliputi, mata air, air yang mengalir di permukaan dan bergerak menuju ke daerah-daerah yang lebih rendah membentuk sungai, danau, telaga, rawa, dan lain-lain yang memiliki suatu pola aliran yang dinamakan Daerah Aliran Sungai (DAS). Dari berbagai penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa air sumur, air sungai, rawa, telaga, danau, empang dan sejenisnya termasuk jenis perairan darat. Tata air yang berada di wilayah daratan tersebut dipelajari oleh suatu ilmu yang disebut hidrologi.
Air permukaan tanah dan air tanah yang dibutuhkan untuk kehidupan dan produksi adalah air yang terdapat dalam proses daur/siklus hidrologi. Jika peredaran siklus hidrologi atau siklus air tidak merata (hal mana memang terjadi demikian), maka akan terjadi berbagai kesulitan. Peredaran air yang berlebih dapat mengakibatkan permasalahan banjir, untuk ini harus diupayakan segera pengendalian banjir. sementara itu jika peredaran air sedikit/kurang dapat mengakibatkan permasalahan kekeringan. Untuk mengatasinya maka kekurangan air ini harus ditambah dalam suatu usaha pemanfaatan air.
Berdasarkan uraian di atas, Hidrologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berkaitan dengan air di bumi, proses terjadinya, peredaran dan agihannya, sifat-sifat kimia dan fisikanya, dan reaksi dengan lingkungannya, termasuk hubungannya dengan makhluk-makhluk hidup (International Glosary of Hidrology dalam Seyhan, 1995). Hidrologi juga dapat disebut ilmu yang mempelajari presipitasi (precipitation), evaporasi dan transpirasi (evaporation), aliran permukaan (surface steamflow), dan air tanah (groundwater) (Suyono, 1977).
Dalam perkembangannya hidrologi menjadi ilmu dasar dari pengelolaan sumberdaya air (rumah tangga air) yang merupakan pengembangan, agihan, dan penggunaan sumberdaya air secara terencana.


B. Cabang-Cabang Hidrologi
Cabang-cabang ilmu hidrologi, antara lain:
  1. Potamologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari air yang mengalir di permukaan tanah.
  2. Limnologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari tentang air yang menggenang di permukaan tanah.
  3. Geohidrologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari air yang terdapat di bawah permukaan tanah.
  4. Kriologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari tentang salju dan es.
  5. Hidrometeorologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari tentang pengaruh aspek meteorologi terhadap aspek hidrologi.
Cabang-cabang ilmu di atas tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi saling berkaitan satu sama lain. Mempelajari hidrologi berarti juga mempelajari bagian-bagian Potamologi, Limnologi, Geohidrologi, Kriologi, dan Hidrometeorologi.


C. Sebaran Air di Bumi
Di bumi terdapat air berkisar antara 1,3 – 1,4 milyard km3. Persebarannya meliputi:
  1. Air laut (97,5%)
  2. Es dan salju (1,75%)
  3. Air tawar (0,73%), dan
  4. Air meteorit (0,001%)
Air yang terdapat di permukaan bumi dapat berbentuk padat (seperti es, gletser), berbentuk cair (seperti air sungai, air danau, air laut), dan berbentuk gas (seperti awan dan uap di udara/atmosfer). Perlu diketahui bahwa jumlah air di bumi ini tetap (tidak bertambah dan tidak berkurang) dan akibat adanya sinar matahari dapat terjadi daur hidrologi/siklus air.


D. Daur Hidrologi/Siklus Air
Daur hidrologi atau siklus air adalah siklus yang menunjukkan gerakan air di permukaan bumi (Asdak, 2007). Selama berlangsungnya daur hidrologi, yaitu perjalanan air dari permukaan laut ke atmosfer kemudian ke permukaan tanah dan kembali lagi ke laut yang tidak pernah berhenti tersebut, air akan tertahan sementara di sungai, danau/waduk, dan dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia atau mahluk hidup lainnya untuk berbagai keperluan.
Dalam daur hidrologi, masukan berupa curah hujan akan didistribusikan melalui beberapa cara; yaitu air lolos (throughfall), aliran batang (steamflow), dan air hujan langsung sampai ke permukaan tanah untuk kemudian terbagi menjadi air larian, evaporasi, dan air infiltrasi. Gabungan evaporasi uap air hasil proses transpirasi dan intersepsi dinamakan evapotranspirasi, sedangkan air larian dan air infiltrasi akan mengalir ke sungai sebagai debit aliran (discharge).
Sirkulasi yang kontinu antara air laut dan air daratan berlangsung secara terus-menerus. Sirkulasi ini dapat tidak merata, karena kita melihat perbedaan besar jumlah presipitasi dari tahun ke tahun, dari musim ke musim, dan juga dari wilayah ke wilayah yang lain. Sirkulasi air ini ini dipengaruhi oleh kondisi meteorologi (suhu, tekanan atmosfer, angin, dan lain-lain) dan kondisi topografi. Kondisi meteorologi adalah faktor-faktor yang paling menentukan. Gambar 1 di bawah ini adalah gambaran sirkulasi air.

Gambar 1. Sirkulasi Air
Daur hidrologi atau siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
  1. Siklus Air Kecil
Akibat adanya pemanasan oleh sinar matahari, air di laut/lautan akan menguap dan membubung di udara. Di udara uap air mengalami penurunan suhu karena perbedaan ketinggian (setiap naik 100 meter, suhu udara turun 0,50C). Dengan demikian semakin ke atas suhu udara semakin rendah, sehingga terjadi proses kondensasi (pengembunan). Uap air berubah menjadi butir-butir air dan terkumpul menjadi awan atau mendung dan akhirnya jatuh ke permukaan laut/lautan sebagai hujan.


  1. Siklus Air Sedang
Uap air yang berasal dari laut/lautan ditiup oleh angin dan bergerak sampai di atas daratan, kemudian bergabung dengan uap air yang berasal dari sungai, danau, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Setelah mencapai ketinggian tertentu, uap air akan berkondensasi membentuk butir-butir air dan terkumpul menjadi awan dan jatuh di atas daratan sebagai hujan. Air hujan yang jatuh di daratan mengalir kembali ke laut melalui sungai, permukaan tanah dan melalui resapan di dalam tanah.


  1. Siklus Air Besar
Uap air yang berasal dari laut/lautan setelah sampai di atas daratan karena dibawa oleh angin bergabung dengan uap air yang berasal dari danau, sungai, rawa, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Uap yang telah bergabung tersebut tidak saja berkondensasi tetapi juga membeku, membentuk awan yang terdiri dari kristal-kristal es. Kristal-kristal es turun ke daratan sebagai salju, salju mencair dan mengalir sebagai gletser kemudian akhirnya kembali lagi ke laut.
Holtzman memberikan gambaran siklus air secara keseluruhan sebagai berikut: akibat pemanasan oleh sinar matahari, air yang ada di laut, sungai, danau, rawa dan benda-benda lainnya akan menguap dan membubung ke angkasa. Setelah mencapai ketinggian tertentu (karena pengaruh suhu), uap air akan berubah menjadi awan atau titik-titik air. Awan kemudian turun ke permukaan bumi menjadi hujan. Sebagian air hujan turun di permukaan laut dan sebagian lainnya turun di atas daratan. Air hujan yang turun di daratan sebagian disimpan menjadi air tanah dan sebagian lagi mengalir kembali ke laut melalui sungai (Gambar 2).

Gambar 2. Siklus Hidrologi

untuk lebih lengkap diktatnya dapat  DOWNLOAD DI SINI 


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2010

My Writings